PemerintahanUmum

Kemenag Siapkan Hari Santri 2026, Perkemahan Santri hingga Ekspo Kemandirian Digelar

338
×

Kemenag Siapkan Hari Santri 2026, Perkemahan Santri hingga Ekspo Kemandirian Digelar

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menyampaikan keterangan pers di sela kegiatan Kick Off Hari Santri 2026

JATIMPLUS.COM – Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan Kick Off Rangkaian Peringatan Hari Santri 2026 pada Selasa (22/9/2026). Peringatan tahun ini terasa makin istimewa karena dirangkaikan sebagai bentuk rasa syukur atas hadirnya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pondok Pesantren yang baru di tubuh Kemenag.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa rangkaian acara ini dirancang untuk memperkuat peran strategis, potensi intelektual, hingga kemandirian ekonomi pondok pesantren di Indonesia.

Apresiasi Lewat Pesantren Award dan Media Gathering
Sebagai wujud sinergi dan bentuk penghargaan, Kemenag menyiapkan Pesantren Award bagi tokoh maupun lembaga yang konsisten mendukung kemajuan pesantren.

“Kita akan memberikan penghargaan kepada siapa pun, apakah itu Gubernur, Bupati, Wali Kota, atau pihak tertentu yang memberikan kontribusi terhadap penguatan pondok pesantren,” kata Nasaruddin.

Selain itu, Kemenag menggelar media gathering untuk merangkul insan pers dan penggiat media sosial agar bersama-sama menyosialisasikan program-program Ditjen Pondok Pesantren kepada publik.

Deretan Agenda Menarik Hari Santri 2026
Kemenag telah menyiapkan serangkaian agenda padat dan variatif menuju puncak acara pada 22 Oktober 2026:

1. Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (30 Sept – 6 Okt 2026): Ajang silaturahmi dan penguatan jiwa kepramukaan santri se-Indonesia.

2. Santri Preneur & Ekspo Kemandirian Pesantren: Menampilkan keunggulan pesantren di bidang ekonomi, inovasi, dan intelektual.

3. Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren: Menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan pesantren masa depan.

4. Festival Sarung dan Peci Santri: Ajang melestarikan identitas khas pesantren sebagai warisan budaya bangsa.

“Kita akan tunjukkan kepada dunia bahwa pondok pesantren bukan hanya bisa baca Al-Qur’an atau Barzanji, tetapi intelektualnya juga banyak, kelas menengah ekonominya banyak, jenderalnya banyak, hingga diplomatnya juga banyak,” tegas Menag.

READ  Harga Emas Antam Naik Rp13.000 per Gram, Sentuh Rp2,589 Juta

Seluruh rangkaian semarak ini akan ditutup dengan Upacara Hari Santri pada 22 Oktober 2026 dan acara pungkasan Malam Bhakti Santri. (EFI)