Olah RagaPendidikanUmum

Untag Surabaya Gandeng KONI Jatim Siapkan Beasiswa hingga Program Kewirausahaan Atlet

237
×

Untag Surabaya Gandeng KONI Jatim Siapkan Beasiswa hingga Program Kewirausahaan Atlet

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggandeng Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur untuk memperkuat masa depan atlet melalui pendidikan tinggi.

Kolaborasi tersebut membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk mendapatkan beasiswa, melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister (S2) dan doktor (S3), serta mengikuti program kewirausahaan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Untag Surabaya dan KONI Jawa Timur di Gedung R. Ing. Soekonjono, Kamis (10/9/2026).

Mengusung tema “Membangun SDM Olahraga Unggul: Studi Lanjut, Beasiswa, dan Kewirausahaan”, kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga sekaligus memastikan atlet memiliki masa depan setelah masa berprestasi berakhir.

Rektor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro mengatakan, kerja sama dengan KONI Jatim memiliki empat fokus utama.

Fokus pertama adalah program studi lanjut. Pengurus KONI dan atlet mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang S2 dan S3.

Kedua, Untag Surabaya menyiapkan beasiswa bagi atlet berprestasi yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Ketiga, program kewirausahaan atlet. Program tersebut disiapkan untuk membekali atlet dengan kemampuan mengelola keuangan dan mempersiapkan kehidupan setelah tidak lagi aktif bertanding.

“Banyak atlet yang kesulitan mengatur keuangan pasca-masa aktif. Karena itu, kami siapkan pembinaan agar mereka mandiri secara ekonomi,” kata Harjo.

Fokus keempat adalah penguatan tridarma perguruan tinggi melalui riset, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan ilmu yang berkaitan dengan kebutuhan dunia olahraga.

Untuk mendukung atlet yang ingin melanjutkan pendidikan, Untag Surabaya juga menyiapkan sejumlah kemudahan. Di antaranya jalur prestasi, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pendidikan jarak jauh, serta sistem pembelajaran hibrida.

Melalui skema RPL, pengalaman kerja dan latihan dapat dikonversi hingga 75 persen dari beban studi. Skema tersebut diharapkan memungkinkan atlet tetap menempuh pendidikan tanpa harus meninggalkan kewajiban latihan maupun pertandingan.

READ  Aksi Sosial Ramadan, Pengusaha Surabaya Bagikan Ribuan Paket Sembako

Untag Surabaya saat ini memiliki sembilan fakultas dengan 35 program studi. Perguruan tinggi tersebut juga memiliki jaringan kerja sama internasional dengan lebih dari 200 institusi.

Harjo menyebut Untag Surabaya telah berstatus terakreditasi Unggul dan memperoleh sertifikasi AUN-QA. Saat ini terdapat 15.488 mahasiswa aktif serta lebih dari 63.000 alumni yang tersebar di 50 negara.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya Dr. IGN Anom Maruta menjelaskan, program beasiswa bagi atlet merupakan kebijakan mandiri yayasan.

Dengan demikian, bantuan pendidikan tersebut tidak bersumber dari anggaran pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Yayasan memberikan beasiswa kepada anak-anak yang berprestasi. Apakah itu nanti bentuknya semesteran atau tahunan, itu nanti akan dibuatkan regulasinya untuk beasiswa,” ujar Anom.

Ia menambahkan, regulasi teknis mengenai kriteria penerima, besaran bantuan, serta mekanisme pencairan masih dalam proses penyusunan dan akan diumumkan kemudian.

Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, pendidikan merupakan bagian penting dalam pembinaan atlet dan tidak boleh berhenti ketika masa kejayaan seorang atlet berakhir.

“Jangan sampai kita memanfaatkan atlet saat mereka berprestasi, lalu membiarkan mereka mencari jalan sendiri setelahnya. Itu yang saya sebut tidak menzalimi atlet. Permintaan Ibu Gubernur sangat jelas, jangan ada atlet yang tidak melanjutkan pendidikan,” tegas Nabil.

Nabil berharap Untag Surabaya dapat memiliki identitas khusus sebagai kampus olahraga yang memberikan ruang lebih besar bagi atlet. Keistimewaan tersebut, menurutnya, dapat diwujudkan melalui beasiswa, jalur penerimaan khusus, serta sistem perkuliahan yang menyesuaikan jadwal latihan dan pertandingan.

Selain pendidikan, Nabil menilai pembekalan kewirausahaan juga penting bagi atlet. Ajang olahraga seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) memiliki dampak ekonomi yang besar bagi daerah sehingga atlet perlu dibekali kemampuan untuk mengembangkan usaha.

READ  Masuki Tahap Final, Sekolah Rakyat Permanen di Pasuruan Siap Beroperasi Mulai 14 Juli

“Kami juga berharap Untag bisa mengambil peran khusus di beberapa cabang olahraga, membina atlet hingga prestasi mereka berbicara di tingkat internasional,” ujarnya.

KONI Jatim selanjutnya akan menyosialisasikan program kerja sama tersebut kepada seluruh kabupaten/kota serta cabang olahraga di Jawa Timur.

Program ini menjadi semakin strategis menjelang pelaksanaan Porprov Jatim ke-10 pada 2027 yang diproyeksikan melibatkan sekitar 23.000 atlet dan pelatih.

Di sisi lain, Untag Surabaya masih membuka pendaftaran mahasiswa baru hingga 13 September 2026. Sementara gelombang pendaftaran berikutnya untuk program magister dan doktor dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. (OLH)