PemerintahanUmum

Bukan Sekadar Penghargaan, Bupati Subandi Minta Inovasi Sidoarjo Beri Solusi bagi Masyarakat

299
×

Bukan Sekadar Penghargaan, Bupati Subandi Minta Inovasi Sidoarjo Beri Solusi bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Bupati Sidoarjo Subandi saat membuka Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Jawa Timur (foto : Diskominfo Sidoarjo)

JATIMPLUS.COM – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan bahwa inovasi birokrasi tidak boleh berhenti sebagai ajang perlombaan tahunan maupun sekadar upaya mengejar penghargaan. Setiap inovasi yang lahir dari perangkat daerah hingga pemerintahan desa harus mampu memberikan dampak nyata dan menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi saat membuka Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Rabu (16/9/2026).

KISI 2026 mengusung tema “Inovasi Berdampak untuk Sidoarjo Maju, Inklusif, dan Berkelanjutan”. Kompetisi ini diarahkan tidak hanya untuk mendorong munculnya gagasan baru, tetapi juga memastikan inovasi yang diterapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Subandi mengatakan inovasi semakin dibutuhkan karena tantangan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo masih cukup kompleks. Meskipun pertumbuhan ekonomi Sidoarjo pada 2025 mencapai 5,4 persen dan angka kemiskinan berada di level 4,40 persen, sejumlah persoalan seperti pengangguran, stunting hingga lingkungan masih membutuhkan penanganan yang lebih kuat.

“Banyak permasalahan yang perlu kita selesaikan. Objek masalah masih banyak, sehingga kita harus punya inovasi. Ekonomi kita juga masih banyak problem,” ujar Subandi.

Inovasi Harus Dirasakan Masyarakat

Subandi meminta inovasi tidak dibuat secara parsial oleh masing-masing organisasi perangkat daerah. Kolaborasi dan komunikasi lintas sektor dinilai penting agar inovasi yang dikembangkan dapat menjawab persoalan secara lebih menyeluruh.

Ia mendorong seluruh lini pemerintahan, mulai dari Sekretariat Daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa hingga tenaga pendidik untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dalam melahirkan inovasi.

“Mulai sekda, OPD, sampai tingkat desa harus ada komunikasi. Inovasi ini jangan hanya menjadi perlombaan tahunan, tetapi betul-betul harus dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Menurut Subandi, predikat sebagai daerah terinovatif yang sebelumnya berhasil dipertahankan Kabupaten Sidoarjo harus menjadi pemicu perubahan pola pikir aparatur.

READ  Pemerintah Sahkan Kepengurusan PWI 2025-2030, Dualisme Berakhir

Penghargaan tidak boleh menjadi tujuan akhir. Capaian tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan serta kemudahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Dengan penghargaan ini harus mengubah mindset. KISI hari ini untuk menunjang bapak dan ibu semua agar memudahkan pelayanan Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya.

Pemkab Sidoarjo Perkuat Digitalisasi Inovasi

Untuk menjaga keberlanjutan ekosistem inovasi, Pemkab Sidoarjo juga memperkuat platform riset dan pemantauan digital melalui aplikasi SETIA (Sistem Riset dan Inovasi Daerah).

Platform tersebut digunakan untuk mengawal perjalanan sebuah inovasi sejak tahap penjaringan gagasan, uji coba, implementasi, evaluasi hingga pelaporan.

Dengan adanya sistem tersebut, proses pengembangan inovasi di lingkungan Pemkab Sidoarjo diharapkan lebih terukur dan tidak berhenti setelah sebuah inovasi mendapatkan penghargaan.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman mengatakan penguatan tata kelola pemerintahan saat ini harus berorientasi pada dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.

Artinya, ukuran keberhasilan inovasi bukan semata-mata dilihat dari banyaknya inovasi yang dihasilkan, tetapi dari manfaat dan perubahan yang ditimbulkan.

Melalui gerakan “Satu Perangkat Daerah Satu Inovasi”, setiap terobosan diwajibkan memenuhi empat pilar utama, yakni berdampak dan berbasis bukti, mendukung modernisasi tata kelola, membuka ruang partisipasi publik secara inklusif, serta berkelanjutan dan dapat direplikasi.

“Ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi instrumen untuk membangun budaya inovasi,” ujar Ainur Rahman.

Pemkab Sidoarjo berharap KISI 2026 dapat mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sidoarjo. (DXG)