Umum

Kolaborasi TTL-BRIN, Dorong Pengayaan Keanekaragaman Hayati di Kawasan Pesisir

281
×

Kolaborasi TTL-BRIN, Dorong Pengayaan Keanekaragaman Hayati di Kawasan Pesisir

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan keanekaragaman hayati kawasan pesisir, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) resmi berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kebun Raya Purwodadi. Kerjasama ini diwujudkan melalui rangkaian riset ekologis komprehensif berbasis sains (science-based framework) yang berlangsung dari pertengahan Juli hingga Agustus 2026.

Riset ilmiah ini berfokus pada inventarisasi vegetasi, studi ekologis, hingga analisis daya adaptasi tanaman di kawasan pesisir. Langkah strategis ini menjadi wujud nyata komitmen TTL dalam mendukung penerapan terminal ramah lingkungan berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sinergi Industri Kepelabuhanan dan Lembaga Riset
Ketua Tim Riset BRIN Kebun Raya Purwodadi di TTL, Sugeng Budiharta, mengapresiasi keharmonisan dan antusiasme kerja sama di lapangan antara dunia industri dan lembaga riset.

“Kami sangat senang melihat antusiasme dan kolaborasi erat antara BRIN dan PT Terminal Teluk Lamong. Riset ini bukan sekadar menganalisis ekologis di TTL, melainkan wujud kepedulian bersama dalam merawat ekosistem pesisir agar keanekaragaman hayati tetap lestari di tengah pesatnya industri kepelabuhanan,” ujar Sugeng.

Cakupan dan Metodologi Riset Ekologis
Rangkaian riset yang dilakukan oleh tim ahli mencakup berbagai aspek penting ekosistem pesisir dan darat:

1. Inventarisasi & Pemetaan Vegetasi: Mendata keanekaragaman serta kerapatan jenis tumbuhan eksisting di kawasan Terminal Petikemas Teluk Lamong (TPK Teluk Lamong).

2. Analisis Ekofisiologi & Anatomi Daun: Pengambilan sampel daun dan ranting untuk mengukur bobot basah, foto Leaf Area (LA), hingga struktur anatomi guna memahami daya tahan tanaman terhadap salinitas dan perubahan iklim mikro.

3. Pengukuran Iklim Mikro: Pendataan parameter lingkungan seperti suhu udara, kelembaban, intensitas cahaya, dan kecepatan angin.

READ  TPS Berbagi Wawasan Industri ke Mahasiswa UNISBA dalam Program TJSL

4. Studi Ekosistem Mangrove & Tanah: Analisis kesehatan vegetasi mangrove serta pengambilan sampel tanah kawasan untuk mengetahui profil nutrisi dan daya dukung habitat.

Mewujudkan Operasional Berkelanjutan Berbasis ESG
Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, menyambut baik hasil kolaborasi ilmiah ini. Menurutnya, data presisi dari riset ini sangat krusial bagi penyusunan kebijakan jangka panjang perusahaan.

“Riset bersama BRIN ini dapat menghasilkan data yang sangat penting untuk dapat melangkah lebih jauh dalam mendukung implementasi prinsip ESG di TTL. Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan operasional terminal senantiasa tetap memberikan ruang bagi keanekaragaman hayati sekitar untuk tumbuh subur dan berkembang secara berkelanjutan,” tegas Syukur.

Manfaat Jangka Panjang untuk Lingkungan Kerja dan Pesisir
Hasil pemetaan vegetasi dan kondisi tanah ini akan menjadi dasar ilmiah utama dalam merancang penataan ruang hijau (green landscape) di area operasional TTL. Pengujian ekofisiologi memastikan spesies tanaman yang dipilih mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan pesisir berdarah salinitas tinggi.

Melalui sinergi ini, PT Terminal Teluk Lamong membuktikan bahwa operasional industri kepelabuhanan yang modern dapat berjalan selaras dengan perlindungan biodiversitas, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang asri, sehat, dan berkelanjutan. (KZT)