Umum

Risiko Karhutla Tinggi, Kemenhut Tutup Total Kawasan TNBTS Sementara

331
×

Risiko Karhutla Tinggi, Kemenhut Tutup Total Kawasan TNBTS Sementara

Sebarkan artikel ini
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau penanganan kebakaran TNBTS di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. (Foto: Kemenhut)

JATIMPLUS.COM – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jawa Timur. Langkah ini diambil seiring dengan peristiwa kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Berdasarkan data Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) per 9 Agustus 2026, sejumlah daerah di Jawa Timur kini berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar. Kondisi iklim ini berpotensi memperluas dampak karhutla jika tidak diantisipasi secara masif.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan, dampak karhutla di kawasan TNBTS diperkirakan telah mencapai sekitar 520 hektare. Kendati demikian, luasan tersebut masih bersifat sementara dan dalam proses verifikasi mendalam di lapangan.

“Pemerintah tidak hanya fokus menangani titik api yang saat ini terjadi, tetapi juga mengantisipasi munculnya kebakaran baru di kawasan lain. Tujuannya satu, agar semua bisa fokus memadamkan api sekaligus mengantisipasi terjadinya kebakaran lagi di tempat lain,” ujar Raja Juli saat meninjau penanganan karhutla TNBTS di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Sebagai tindakan pencegahan dan pengendalian, Kemenhut telah menginstruksikan penutupan total seluruh kawasan wisata TNBTS secara sementara. Penutupan ini bertujuan untuk memperlancar operasi pemadaman sekaligus menjamin keselamatan masyarakat dan wisatawan.

Dalam operasi pemadaman, pemerintah mengerahkan strategi kombinasi jalur darat dan udara. Sebanyak tiga unit helikopter water bombing dikerahkan untuk menjangkau titik api di area lereng curam yang sulit diakses oleh petugas. Di saat yang sama, tim gabungan di darat terus melakukan pemadaman langsung serta membuat sekat bakar (firebreak) guna menahan laju penjalaran api.

Penanganan di lapangan dikoordinasikan secara terpadu melalui Satuan Tugas (Satgas) yang melibatkan Kementerian Kehutanan, BNPB, BPBD, TNI, Polri, serta relawan setempat.

READ  LaNyalla Desak Pemerintah Perkuat PT PAL demi Kemandirian Industri Pertahanan Maritim

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengonfirmasi bahwa operasi pemadaman udara saat ini diprioritaskan di kawasan puncak B29 yang berada di sisi paling timur TNBTS. Ia mengungkapkan salah satu kendala utama di lapangan adalah terbatasnya sumber air untuk mengisi tangki pemadaman udara.

Pemerintah menegaskan pemantauan intensif dan pemetaan titik panas (hotspot) akan terus berlanjut hingga kondisi di seluruh area rawan karhutla Jawa Timur dinyatakan sepenuhnya kondusif. (DOG)