JATIMPLUS.COM – Laporan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Sidoarjo sempat melonjak tajam hingga menyentuh angka 6.149 kasus dalam satu pekan pada September 2026. Meski angka laporan mulai menunjukkan tren penurunan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah terhadap ancaman penyakit pernapasan.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), grafik kasus ISPA di Sidoarjo terus merangkak naik sejak minggu ke-35 dan mencapai puncaknya pada minggu ke-37 tahun 2026. Memasuki minggu ke-39, jumlah laporan menurun sebanyak 849 kasus menjadi sekitar 5.300 laporan.
Penurunan Laporan Belum Jadi Jaminan Trend Melandai
Meskipun terjadi penurunan jumlah laporan, Dinkes Sidoarjo menegaskan bahwa kondisi ini belum sepenuhnya aman. Pemantauan ketat masih terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan susulan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakshmi Herawati Yuwantina, menyampaikan bahwa kewaspadaan bersama tetap menjadi kunci utama.
“Penurunan jumlah laporan pada minggu ke-39 merupakan perkembangan yang perlu kita cermati. Namun, masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) tetap harus waspada,” ujar dr. Lakshmi, Senin (12/10/2026).
Langkah Antisipasi: Surat Edaran Kewaspadaan ISPA dan ILI
Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi perkembangan penyakit saluran pernapasan—termasuk Influenza-Like Illness (ILI)—Dinkes Sidoarjo telah menerbitkan Surat Edaran Kewaspadaan yang ditujukan ke seluruh faskes di wilayah Sidoarjo.
Langkah strategis yang diinstruksikan kepada fasilitas kesehatan meliputi:
– Pemantauan Berkala: Melaporkan perkembangan data kasus secara real-time dan berkala.
– Deteksi Dini: Menganalisis perubahan tren kasus di lapangan untuk menentukan respons medis secara cepat dan tepat.
– Penguatan Edukasi: Memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai gejala awal ISPA dan cara penularannya.
Himbauan Hidup Bersih dan Kapan Harus ke Dokter
Dinkes Sidoarjo mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar guna menekan risiko penularan.
Masyarakat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami:
1. Gejala flu/batuk yang makin memburuk atau tidak kunjung membaik.
2. Demam tinggi yang disertai sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya.
Melalui penanganan dini dan penerapan PHBS yang disiplin, diharapkan rantai penularan ISPA di Kabupaten Sidoarjo dapat terus ditekan secara optimal. (KNC)




