JATIMPLUS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menuntut Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jatim untuk mendongkrak capaian prestasi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menilai perolehan medali cabor karate dalam beberapa edisi terakhir belum sebanding dengan potensi besar atlet di Jawa Timur.
Berdasarkan catatan KONI Jatim, tim karate Jawa Timur maksimal hanya menyumbang dua medali emas dalam empat edisi PON terakhir, termasuk PON Aceh-Sumut 2024. Bahkan pada PON Beladiri 2025, Jatim hanya mampu mengamankan satu medali emas dan satu medali perak.
“Relatif tidak sebanding dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan di setiap kejuaraan yang digelar di Jawa Timur,” kata Nabil.
Dua Emas dari 17 Nomor Belum Mencerminkan Potensi
Nabil menegaskan bahwa raihan dua emas dari total 17 nomor pertandingan yang diperebutkan di PON belum mencerminkan kapasitas sesungguhnya dari pembinaan olahraga bela diri di Jawa Timur.
“Jika hanya dapat dua emas dari 17 nomor, itu tidak mencerminkan potensi besar Jatim. Saya yakin, dengan kerja keras dan program tepat, FORKI Jatim bisa bangkit,” lanjutnya.
Dorong Jam Terbang dan Ekosistem Kompetisi
Guna mencapai target kenaikan medali tersebut, KONI Jatim meminta FORKI Jatim memperbanyak agenda kompetisi dan rutin menerjunkan para atlet ke kejuaraan tingkat nasional hingga internasional. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas pengalaman dan mengasah mental bertanding atlet.
“Harus sering mengadakan event. Harus rutin mengirim atlet ke kejuaraan nasional dan internasional, bukan hanya di level kejurda. Minimal empat kali setahun agar jam terbang bertanding atlet terukur,” tegas Nabil.
Lewat pembinaan terukur dan ekosistem kompetisi yang lebih solid, FORKI Jatim diharapkan mampu melahirkan karateka tangguh yang siap mendominasi perolehan medali di level nasional maupun internasional. (RMN)




