Umum

Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 5.069 Jiwa, Puluhan Ribu Warga Masih Mengungsi

386
×

Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 5.069 Jiwa, Puluhan Ribu Warga Masih Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Foto Istimewa

JATIMPLUS.COM – Korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang melanda Venezuela pada Juni lalu dilaporkan telah menembus angka 5.069 jiwa. Hingga kini, lebih dari 21.000 orang lainnya dilaporkan masih bertahan di berbagai lokasi pengungsian darurat.

Pernyataan resmi Pemerintah Venezuela yang dipublikasikan oleh Ketua Majelis Nasional, Jorge Rodriguez, merinci skala dampak bencana yang memilukan tersebut.

“Menurut data terbaru, sebanyak 5.069 orang tewas, 16.740 terluka, dan 6.462 orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan,” demikian bunyi pernyataan resmi pemerintah pada Jumat (17/7).

Selain menjatuhkan ribuan korban jiwa, bencana ini memicu krisis kemanusiaan baru. Pemerintah melaporkan sedikitnya 17.907 warga kehilangan tempat tinggal, di mana 21.210 orang di antaranya saat ini terpaksa menetap di 107 lokasi penampungan sementara yang disiapkan oleh otoritas setempat.

Secara infrastruktur, gempa mengakibatkan kerusakan parah pada sedikitnya 856 bangunan, dengan 190 bangunan di antaranya dilaporkan runtuh total dan rata dengan tanah.

Operasi Kemanusiaan Skala Besar
Guna mendukung proses tanggap darurat dan pemulihan pascabencana, sebuah operasi kemanusiaan berskala besar telah digelar. Sebanyak 2.278 personel penyelamat dari luar negeri diterjunkan ke lokasi terdampak. Tim internasional tersebut bahu-membahu bersama 30.989 personel dari berbagai instansi pemerintah Venezuela serta didukung oleh 31.745 relawan domestik.

Sebagaimana diketahui, pada 24 Juni lalu, Venezuela diguncang oleh dua gempa bumi besar berturut-turut dengan kekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5. Kedua gempa bermagnitudo besar tersebut terjadi dalam selang waktu yang sangat singkat, yakni hanya 39 detik, sehingga memicu kerusakan fatal pada area permukiman.

Pascabencana tersebut, Pemerintah Venezuela langsung menetapkan status keadaan darurat nasional. Langkah cepat ini segera direspons oleh komunitas internasional yang mengirimkan tim penyelamat khusus serta gelombang bantuan kemanusiaan guna mendukung proses penanganan medis, logistik, dan pemulihan jangka panjang di negara tersebut. (DLZ)

READ  Bank Indonesia Siaga Jaga Rupiah saat Lebaran, Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah