Umum

Rembesan Muncul di Kaki Tanggul Lapindo, Warga Khawatir Terulang Peristiwa 2014

381
×

Rembesan Muncul di Kaki Tanggul Lapindo, Warga Khawatir Terulang Peristiwa 2014

Sebarkan artikel ini
(foto Istimewa)

JATIMPLUS.COM – Kemunculan rembesan air di bawah tanggul penahan lumpur Lapindo di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, memicu kekhawatiran warga sekitar. Aliran air yang keluar dari kaki tanggul terlihat lebih deras dibanding biasanya sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi tanggul yang menjadi pelindung utama kolam penampungan lumpur.

Salah seorang warga Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Nico Febri, mengaku beberapa hari terakhir rutin memantau kondisi tanggul. Ia melihat langsung rembesan yang muncul di bawah tanggul titik 68 yang berada di perbatasan Desa Glagaharum dan Desa Gempolsari.

“Rumahku dengan tanggul tidak jauh, sekitar 50 meteran,” ujar Nico, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, rembesan yang muncul kali ini terlihat lebih besar dibandingkan sebelumnya. Kondisi tersebut mengingatkannya pada peristiwa jebolnya tanggul pada 2014. Karena itu, ia berharap ada penjelasan dan penanganan cepat dari pihak berwenang agar warga tidak terus dihantui rasa khawatir.

“Kalau khawatir sudah pasti. Kami ingin ada penanganan cepat untuk memastikan kondisi tanggul tetap aman,” katanya.

Menindaklanjuti laporan warga, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Nalfian, turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Dari hasil pemeriksaan, Nalfian menjelaskan bahwa rembesan tersebut bukan kejadian baru. Fenomena serupa pernah ditemukan pada titik yang sama pada 2024. Saat itu, petugas telah memasang saluran pengarah rembesan dan alat ukur debit air sebagai bagian dari sistem pengendalian.

“Saat kami cek sepertinya mengalami penyumbatan sehingga air tidak bisa mengalir melalui jalur yang sudah kami siapkan,” ujar Nalfian.

Meski demikian, ia memastikan kondisi tanggul penahan lumpur masih dalam keadaan aman. Debit air yang keluar disebut masih sesuai dengan hasil pengukuran sebelumnya dan belum menunjukkan indikasi yang membahayakan struktur tanggul.

READ  Kementerian PU Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Banyuwangi Jelang Tahun Ajaran Baru

Sebagai langkah penanganan sementara, petugas telah mengarahkan aliran air ke parit di sekitar lokasi agar tidak menyebar ke area lain.

Selain menangani rembesan, Kementerian PU juga menyiapkan perbaikan permanen pada titik tersebut. Tahun ini, sejumlah bagian tanggul yang mengalami penurunan tanah akan ditinggikan dan diperkuat guna menjaga stabilitas konstruksi.

“Kami mempertebal tanggul sekitar 30 sentimeter,” kata Nalfian.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan kolam penampungan lumpur yang memiliki kapasitas sekitar 45 juta meter kubik. Saat ini, volume lumpur yang tertampung diperkirakan mencapai 37 juta meter kubik.

Seiring terjadinya penurunan tanah di sejumlah titik, peninggian dan penguatan tanggul dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kapasitas tampung sekaligus memastikan keamanan kawasan penampungan lumpur dalam jangka panjang. Warga pun berharap proses perbaikan dapat segera dilakukan agar kekhawatiran terhadap potensi risiko tanggul dapat diminimalkan. (BOX)