BisnisUmum

Implementasi EAZI di Tanjung Perak Mulai Diuji, Waktu Tunggu Kapal Ditargetkan Turun

280
×

Implementasi EAZI di Tanjung Perak Mulai Diuji, Waktu Tunggu Kapal Ditargetkan Turun

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – Upaya meningkatkan efektivitas layanan kepelabuhanan terus dilakukan oleh KSOP Utama Tanjung Perak Surabaya bersama PT Terminal Teluk Lamong (TTL) melalui uji coba penataan Zona Labuh 2. Program ini diyakini mampu memangkas waktu tunggu kapal sebelum bersandar secara signifikan.

Uji coba tersebut merupakan bagian dari implementasi Express Anchorage Zone Service (EAZI) yang dirancang untuk menciptakan sistem pelayanan kapal yang lebih terjadwal, terintegrasi, serta menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran.

Pelaksanaan uji coba dilakukan di Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam) pada Kamis (23/4), sebagai lokasi proyek percontohan. Selanjutnya, program serupa akan diterapkan di Terminal Petikemas Berlian (TPK Berlian) yang berada di bawah pengelolaan TTL.

Uji coba ditandai dengan pelayanan kapal MV Minas Baru sebagai kapal pertama yang menggunakan alur layanan baru, mulai dari memasuki zona labuh hingga proses sandar di terminal. Dalam skema ini, kapal dengan ukuran di atas 4.000 GT dan panjang maksimal 150 meter yang akan bersandar di TPK Nilam dan TPK Berlian tidak lagi menunggu di area labuh luar. Kapal diarahkan menuju titik labuh tertentu berdasarkan sistem penjadwalan terintegrasi.

Seluruh proses didukung platform digital Inaportnet yang terintegrasi dengan Portal Perak Extended milik KSOP Tanjung Perak serta sistem Phinisi milik Pelindo. Integrasi ini memungkinkan perencanaan waktu kedatangan kapal (ETA) dan jadwal sandar dilakukan lebih presisi dan terkoordinasi.

Melalui pendekatan tersebut, waktu tunggu kapal ditargetkan turun dari rata-rata 4–6 jam menjadi sekitar 2 jam bahkan kurang. Selain meningkatkan efisiensi, pengaturan pergerakan kapal yang lebih terstruktur juga berdampak pada peningkatan keselamatan navigasi dengan mengurangi kepadatan lalu lintas di alur pelayaran pelabuhan.

Dalam uji coba ini, MV Minas Baru yang melayani rute domestik digunakan untuk menguji efektivitas sistem secara langsung. Saat pelaksanaan, kapal KM Tanto Luas masih menyelesaikan proses bongkar muat, sementara MV Minas Baru telah berada di area Karang Jamuang sejak pukul 11.35 WIB. Kapal kemudian bergerak ke zona EAZI dan menjatuhkan jangkar pada pukul 13.42 WIB.

READ  Pelatihan AI Jadi Langkah TTL Wujudkan Humas Proaktif dan Presisi

MV Minas Baru tercatat berada di Zona Labuh 2 selama sekitar satu jam sebelum akhirnya melakukan manuver sandar pada pukul 15.50 WIB. Rangkaian ini menunjukkan sistem penjadwalan yang lebih terstruktur dalam mengatur kedatangan dan kesiapan tambatan kapal.

Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, menyatakan bahwa uji coba program EAZI terbukti efektif dalam meningkatkan keteraturan plotting kapal serta efektivitas layanan di Pelabuhan Tanjung Perak.

“Keberhasilan ini didukung oleh optimalisasi koordinasi antara KSOP, pandu, VTS, dan PT Terminal Teluk Lamong yang berjalan selaras dengan standar operasional prosedur, sehingga meningkatkan kelancaran aktivitas pelabuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, menilai uji coba ini sebagai langkah penting dalam transformasi layanan kepelabuhanan. Menurutnya, penataan zona labuh tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan serta kepastian layanan bagi pengguna jasa.

Uji coba program EAZI menjadi bukti sinergi antara operator pelabuhan, regulator, dan pelaku usaha pelayaran dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional. Ke depan, evaluasi akan terus dilakukan sebelum sistem ini diterapkan secara penuh sebagai standar baru pengelolaan zona labuh di pelabuhan-pelabuhan utama Indonesia, guna meningkatkan daya saing sektor logistik nasional di tingkat global. (QGA)