JATIMPLUS.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus menguatkan perannya dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat melalui edukasi pengelolaan bank sampah bagi warga RW 10 Kelurahan Sidotopo Wetan, Surabaya. Kegiatan ini digelar pada Kamis (23/4/2026) sebagai bagian dari upaya berbagi praktik baik pengelolaan Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Kelurahan Perak Barat.
Edukasi dilakukan melalui kunjungan belajar ke Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Perak Barat, di mana perwakilan warga RW 10 Sidotopo Wetan dapat melihat langsung sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang telah berjalan secara terstruktur dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Bank sampah tersebut merupakan hasil kolaborasi TPS dengan Pelindo Terminal Petikemas yang diinisiasi sejak 2024. Seiring waktu, program ini berkembang menjadi model pengelolaan sampah yang produktif, partisipatif, dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan serta kesejahteraan warga.
Dalam sesi edukasi dan diskusi interaktif, pengelola bank sampah berbagi pengalaman mulai dari proses pembentukan, tata kelola organisasi, mekanisme pemilahan dan pengumpulan sampah, hingga strategi pengembangan hasil daur ulang. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan warga, kedisiplinan dalam memilah sampah, serta pengelolaan administrasi yang transparan.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), khususnya pada aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami mendorong proses saling belajar antarwarga. Keberhasilan Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Kelurahan Perak Barat diharapkan dapat menginspirasi wilayah lain, termasuk RW 10 Kelurahan Sidotopo Wetan, dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri, terstruktur, dan berdampak ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, TPS tidak hanya berperan dalam penyediaan fasilitas dan pendampingan, tetapi juga membangun ekosistem kolaboratif agar praktik pengelolaan bank sampah dapat direplikasi di berbagai wilayah sekitar pelabuhan.
Melalui kegiatan ini, warga RW 10 Sidotopo Wetan diharapkan memperoleh gambaran menyeluruh terkait langkah-langkah pendirian dan pengelolaan bank sampah, mulai dari aspek kelembagaan, operasional, hingga pengembangan nilai tambah dari sampah terpilah. Dalam jangka panjang, inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya serta memperkuat ekonomi sirkular di tingkat komunitas.
Lurah Perak Barat, Saefudin Zuhri, turut mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam mendorong kolaborasi antarwilayah.
“Kami menyambut baik kehadiran warga RW 10 Kelurahan Sidotopo Wetan yang ingin belajar langsung. Bank sampah ini berkembang karena keterlibatan aktif warga dan dukungan berbagai pihak. Kami berharap praktik baik ini dapat direplikasi sehingga semakin banyak wilayah mampu mengelola sampah secara mandiri, tertib, dan bernilai ekonomi,” tuturnya.
TPS menegaskan akan terus mendukung berbagai inisiatif lingkungan berbasis masyarakat sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan, sekaligus berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi warga sekitar. (DEL)




