Umum

Ribuan Jemaah Padati Salat Idulfitri di Islamic Center Surabaya

249
×

Ribuan Jemaah Padati Salat Idulfitri di Islamic Center Surabaya

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – Ribuan jemaah dari Surabaya dan sekitarnya memadati Masjid Raya Islamic Center Jawa Timur, Sabtu (21/3/2026), untuk menunaikan salat Idulfitri 1447 Hijriah. Pelaksanaan ibadah berlangsung khidmat sejak pagi hari.

Bertindak sebagai khatib, Imam Besar Masjid Sunan Ampel Surabaya, KH A Zul Hilmi, menyampaikan khutbah bertema Ketaqwaan dan Menjaga Lisan. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa ibadah puasa Ramadan sejatinya membentuk pribadi yang lebih bijaksana.

Menurutnya, keberhasilan puasa tidak hanya diukur dari menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dari kemampuan mengendalikan diri, terutama dalam menjaga ucapan. “Pasca-Ramadan, hati seorang mukmin seharusnya menjadi pengendali utama setiap tindakan, termasuk dalam mengontrol lisan,” ujarnya di hadapan jemaah.

Ia mengingatkan, lisan yang tidak terjaga dapat membawa dampak serius, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. “Mulut yang tidak terkendali dapat membahayakan diri sendiri dan menjadi sebab seseorang mendapatkan ancaman siksa,” katanya.

Mengutip pandangan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin, KH Zul Hilmi menjelaskan sejumlah bahaya yang bersumber dari lisan. Salah satunya adalah dusta atau kebohongan yang dinilai sebagai dosa besar karena merusak kepercayaan.

Selain itu, ia juga menyinggung praktik ghibah atau menggunjing, yakni menyebutkan keburukan orang lain meskipun hal tersebut benar namun tidak disukai oleh yang bersangkutan. Ia menegaskan, larangan tersebut telah ditegaskan dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Hujurat ayat 12.

Bahaya lain yang disoroti adalah namimah atau adu domba. Menurutnya, tindakan tersebut kerap menjadi pemicu konflik yang merusak hubungan sosial dan persatuan. “Ucapan yang memecah belah hubungan antarindividu adalah dosa besar yang harus dihindari,” tegasnya.

KH Zul Hilmi juga mengingatkan pentingnya berbicara berdasarkan ilmu dan kebenaran. Ucapan tanpa dasar pengetahuan, kata dia, hanya akan menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain.

READ  Pemerintah Pertimbangkan Hapus Seluruh Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan

Selain itu, ia menekankan pentingnya menepati janji sebagai bagian dari akhlak seorang Muslim. Ia mengimbau agar tidak mudah mengucapkan janji jika tidak mampu menunaikannya. “Jangan menjanjikan sesuatu yang tidak bisa ditepati. Mengingkari janji merupakan salah satu tanda kemunafikan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa dalam kondisi tertentu janji dapat tidak terpenuhi apabila terdapat alasan darurat yang tidak dapat dihindari. Namun hal tersebut tidak boleh menjadi kebiasaan.

Khutbah Idulfitri itu ditutup dengan ajakan kepada seluruh jemaah untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai titik awal memperbaiki akhlak, khususnya dalam menjaga lisan sebagai cerminan keimanan. (VTF)