PemerintahanUmum

KAI Angkut 6,4 Juta Ton Batu Bara Awal 2026 untuk Pasok Listrik Jawa–Bali

380
×

KAI Angkut 6,4 Juta Ton Batu Bara Awal 2026 untuk Pasok Listrik Jawa–Bali

Sebarkan artikel ini
Gerbong kereta batubara sedang diangkut salah satu unit KAI. (Foto: KAI)

JATIMPLUS.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat telah mengangkut sebanyak 6.427.465 ton batu bara selama periode Januari hingga Februari 2026. Angkutan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga distribusi energi nasional, khususnya untuk memastikan ketersediaan pasokan listrik bagi masyarakat di Pulau Jawa dan Bali.

Distribusi komoditas batu bara ini berperan krusial dalam rantai pasokan listrik nasional yang menopang berbagai aktivitas masyarakat. Keandalan angkutan barang tersebut juga menjadi faktor penting menjelang periode libur panjang Hari Raya Idulfitri, ketika kebutuhan energi diperkirakan meningkat.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Dalam kehidupan sehari-hari, listrik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas masyarakat. Lampu yang menerangi rumah saat malam hari, peralatan medis yang menopang layanan kesehatan, sistem transportasi, jaringan komunikasi digital, hingga proses belajar mengajar di sekolah dan kampus seluruhnya membutuhkan energi yang terjaga pasokannya,” ujar Anne Purba, Jumat (6/3/2026).

Angkutan batu bara tersebut dioperasikan melalui Kereta Api Batu Bara Rangkaian Panjang (Babaranjang) yang beroperasi di wilayah Divisi Regional (Divre) III Palembang, Sumatera Selatan, serta daerah sekitarnya. Kereta ini mampu menarik muatan besar menggunakan 61 rangkaian gerbong yang ditarik lokomotif jenis CC205.

Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk di Pulau Jawa dan Bali diperkirakan mencapai 162 juta jiwa. Ketersediaan listrik yang stabil menjadi kebutuhan vital bagi kawasan tersebut yang menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional.

Pasokan energi yang terjaga sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan layanan di berbagai sektor, seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga pusat perbelanjaan. Pengangkutan batu bara menggunakan jalur rel dinilai memiliki keunggulan dari sisi kapasitas angkut yang besar serta ketepatan waktu pengiriman.

READ  93 Persen Kelistrikan Aceh Pulih Pascabanjir, 1,7 Juta Warga Nikmati Listrik Kembali

Ke depan, PT KAI menargetkan pertumbuhan volume angkutan barang sebesar 15 persen hingga tahun 2029. Dalam proyeksi tersebut, total angkutan batu bara diperkirakan mencapai 111,2 juta ton sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan logistik energi nasional.

Untuk mendukung target tersebut, KAI juga melakukan pengembangan infrastruktur logistik. Perluasan fasilitas Terminal Tarahan II di Sumatera Selatan diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas hingga 18 juta ton. Sementara itu, pengembangan area operasional di Kertapati direncanakan menambah kapasitas logistik sekitar tujuh juta ton.

Executive Vice President of Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudyo menegaskan bahwa distribusi batu bara melalui kereta api memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

“Distribusi batu bara melalui kereta api berperan penting dalam menjaga pasokan energi nasional. Ketika listrik tetap menyala, rumah sakit dapat beroperasi, kegiatan belajar mengajar berjalan, industri bergerak, dan masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang. Melalui penguatan angkutan barang, KAI terus mendukung kelancaran distribusi energi yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat,” kata Wisnu. (ENA)