PemerintahanUmum

Pemkab Banyuwangi Pastikan Stok Minyakita Aman Hingga Idulfitri 2026

393
×

Pemkab Banyuwangi Pastikan Stok Minyakita Aman Hingga Idulfitri 2026

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memastikan stok minyak goreng merek Minyakita dalam kondisi aman hingga Idulfitri 2026. Kepastian tersebut disampaikan usai Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Forkopimda meninjau Gudang Bulog Sukowidi di Kecamatan Kalipuro, Rabu (25/2/2026).

Peninjauan dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di tengah potensi lonjakan permintaan selama Ramadan. Konsumsi minyak goreng diperkirakan meningkat hingga 50 persen dibandingkan hari biasa.

“Kami ingin memastikan stok aman. Jika ketersediaan cukup, harga bisa tetap terkendali,” ujar Ipuk.

Stok Capai Puluhan Ribu Liter

Pimpinan Cabang Perum Bulog Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, menyebutkan stok Minyakita yang tersedia di gudang saat ini mencapai 38 ribu liter. Selain itu, terdapat tambahan 100 ribu liter yang sedang dalam perjalanan menuju Banyuwangi.

“Kami masih ada tambahan stok 100 ribu liter dalam perjalanan menuju Banyuwangi,” jelas Dwiana.

Sejak 20 Desember 2025 hingga 24 Februari 2026, Bulog telah menyalurkan sekitar 368 ribu liter Minyakita ke 108 kios di wilayah Banyuwangi. Penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing pedagang.

Dwiana menambahkan, Bulog mendistribusikan sekitar 35 persen dari total pasokan Minyakita, sementara sisanya disalurkan langsung oleh produsen melalui jaringan distributor resmi.

Pengawasan Harga dan Distribusi

Bulog bersama Satgas Pangan juga melakukan pengawasan agar harga jual tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Pedagang yang menjual di atas HET akan dikenai sanksi sesuai ketentuan.

Untuk menjadi pengecer resmi, pedagang diwajibkan memiliki KTP, NPWP, dan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta terdaftar dalam sistem distribusi resmi. Setiap transaksi juga tercatat secara digital guna memastikan transparansi dan pemerataan pasokan di lapangan.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga minyak goreng di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. (DZJ)

READ  Prosesi Meras Gandrung Sakralkan Pantai Boom, 1.400 Penari Bersiap untuk Gandrung Sewu 2025