PemerintahanUmum

Menkomdigi Ajak Media Jaga Ruang Digital Aman dan Ramah di Peringatan HPN 2026

391
×

Menkomdigi Ajak Media Jaga Ruang Digital Aman dan Ramah di Peringatan HPN 2026

Sebarkan artikel ini
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid saat memberikan sambutan Konvensi Nasional Media Massa, dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, di Serang, Banten, Minggu, 8 Februari 2026. (Foto: Humas Kemkomdigi).

JATIMPLUS.COM – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak industri media massa untuk bersama-sama menjaga ruang digital yang aman, sehat, dan ramah bagi seluruh masyarakat. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, Minggu (8/2/2026).

Meutya menuturkan, pemerintah telah menerbitkan dua kebijakan utama sebagai fondasi dalam membangun ekosistem digital yang lebih baik. Kebijakan pertama adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, yang dikenal sebagai PP TUNAS. Kebijakan kedua adalah Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

“Kami membutuhkan dukungan media untuk membantu membangun pemahaman publik yang benar dan menguatkan literasi perlindungan data,” ujar Meutya.

Menkomdigi menekankan bahwa media massa memiliki tiga peran strategis dalam menyukseskan implementasi PP TUNAS sekaligus menciptakan ruang digital yang aman. Pertama, media berperan sebagai edukator bagi masyarakat. Kedua, media menjadi penguat norma sosial dan etika digital. Ketiga, media diharapkan menerapkan praktik pemberitaan yang melindungi anak dan kelompok rentan.

“Kita butuh pendekatan yang proporsional, yaitu melindungi publik, menjaga ruang berekspresi, dan memastikan platform digital memenuhi kewajiban tata kelola yang baik,” tegasnya.

Menurut Meutya, kolaborasi antara pemerintah dan media diharapkan dapat memperkuat literasi digital publik serta mendorong tanggung jawab platform digital secara seimbang. Dengan demikian, ruang digital Indonesia dapat menjadi lingkungan yang aman, inklusif, dan menghormati privasi data pribadi masyarakat.

“Pers yang sehat melahirkan publik yang cerdas. Publik yang cerdas akan memperkuat ekonomi yang berdaulat, dan ekonomi yang berdaulat membuat bangsa semakin kuat,” pungkasnya. (REB)

READ  PLN Nusantara Power Gandeng BKKBN Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Program TAMASYA