EkonomiPemerintahanUmum

Daya Tarik Tinggi, Investasi Kota Madiun Tembus Rp425,8 Miliar

202
×

Daya Tarik Tinggi, Investasi Kota Madiun Tembus Rp425,8 Miliar

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – Daya tarik Kota Madiun bagi para investor masih tergolong tinggi. Sepanjang 2025, realisasi penanaman modal di Kota Pendekar tercatat mencapai Rp425,8 miliar, jauh melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Madiun, Sumarno, mengatakan capaian tersebut menunjukkan iklim investasi yang cukup positif. Dari target investasi sebesar Rp198 miliar, realisasi yang tercapai hingga Desember 2025 mencapai lebih dari dua kali lipat.

“Artinya dari Januari sampai Desember 2025, dari target Rp198 miliar, tercapai Rp425,8 miliar,” ujar Sumarno.

Ia menjelaskan, realisasi investasi tersebut berasal dari 23 sektor usaha. Beberapa sektor tercatat memberikan kontribusi terbesar, di antaranya sektor jasa lainnya sebesar Rp147,6 miliar, perdagangan dan reparasi Rp82,3 miliar, serta industri kendaraan bermotor dan alat transportasi sebesar Rp54,5 miliar.

Menurut Sumarno, tingginya realisasi investasi di Kota Madiun tidak terlepas dari upaya DPMPTSP dalam memberikan kemudahan perizinan kepada pelaku usaha. Pelayanan yang cepat, profesional, dan berorientasi pada kepuasan investor dinilai menjadi faktor pendorong utama.

“Ini merupakan wujud dari pelayanan DPMPTSP Kota Madiun dalam mempermudah perizinan, memberikan pelayanan sepenuh hati, dan profesional,” ujarnya.

Selain faktor pelayanan, Sumarno menilai berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Madiun turut meningkatkan daya tarik daerah tersebut di mata investor. Salah satunya adalah visi pembangunan Kota Madiun yang berorientasi global.

“Saya kira ini merupakan program Pak Wali Kota, bahwa Kota Madiun mendunia, yang mana Kota Madiun sekarang sudah luar biasa,” kata Sumarno.

Ia menambahkan, indikator makro pembangunan juga menjadi pertimbangan investor. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun tercatat mencapai 85,21, sementara pertumbuhan ekonomi berada di angka 6,35 persen.

READ  EIGER Buka Toko Women & Junior Pertama di Surabaya

“Tolak ukur pembangunan pemerintah adalah tingginya nilai IPM serta pertumbuhan ekonomi yang baik. Itu menjadi daya tarik bagi investor,” ucapnya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur baik di kawasan perkotaan maupun perkampungan turut menjadi magnet bagi para penanam modal. Sumarno mencontohkan pengembangan kawasan Pahlawan Street Center (PSC) serta hadirnya kampung tematik seperti Kampung Jepang dan Kampung Korea.

“Pembangunan kawasan-kawasan tersebut turut mendukung masuknya investor ke Kota Madiun,” pungkasnya. (VRX)