Umum

Peringati Hari Santri 2026, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi 28 Ribu Santri

328
×

Peringati Hari Santri 2026, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi 28 Ribu Santri

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar 28 ribu santri dari 45 pondok pesantren di seluruh wilayah Banyuwangi. Program ini dilaksanakan secara masif dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Layanan kesehatan inklusif ini tidak hanya mencakup pemeriksaan kesehatan dasar dan deteksi dini penyakit, tetapi juga pemberian edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi seluruh warga pesantren.

Layanan Medis Lengkap: Dari Penyakit Menular Hingga Sanitasi
Dalam pelaksanaannya, tim medis profesional diterjunkan langsung ke pondok-pondok pesantren untuk memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh.

Pemeriksaan kesehatan yang diberikan meliputi:

– Pemeriksaan Dasar: Tekanan darah, kesehatan mata, gigi, dan mulut, serta hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi potensi anemia.

– Deteksi Penyakit Tidak Menular (PTM): Pemeriksaan kadar gula darah (diabetes) dan kolesterol.

– Deteksi Penyakit Menular: Penapisan dan pencegahan dini penyakit menular di lingkungan padat penghuni.

– Edukasi & Sanitasi: Sosialisasi kesehatan reproduksi, PHBS, serta peninjauan sanitasi lingkungan pesantren.

Bagi santri, ustaz, maupun pengurus pesantren yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan, tim medis langsung memberikan penanganan di tempat dan menindaklanjutinya melalui pemantauan berkala oleh puskesmas terdekat.

Bupati Ipuk: Kesehatan Santri Kunci SDM Unggul
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau langsung pelaksanaan CKG di Pondok Pesantren Gunung Jati, Kecamatan Blimbingsari, Kamis (15/10/2026). Ia menegaskan bahwa kesehatan fisik dan mental santri merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berdaya saing.

“Santri adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus sehat jasmani dan rohani agar bisa belajar dengan baik dan menjadi sumber daya manusia unggul. Pemeriksaan kesehatan ini bukan hanya untuk mendeteksi penyakit, tetapi juga untuk memberikan edukasi agar seluruh warga pesantren terbiasa hidup sehat,” ujar Bupati Ipuk Fiestiandani.

READ  Jawa Timur Cetak Rekor Produksi Padi Tertinggi Nasional, Khofifah: Jatim Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Ipuk menambahkan, keberadaan pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga membentuk akhlak, kedisiplinan, dan kemandirian generasi muda. Oleh karena itu, Pemkab Banyuwangi berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi bersama pesantren di bidang kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.

“Melalui program cek kesehatan gratis ini, kita berharap seluruh santri, ustaz, ustazah, dan pengurus pondok pesantren terjaga kesehatannya secara berkelanjutan, sehingga pesantren menjadi pusat pendidikan yang produktif, sehat, dan berdaya saing,” tambahnya.

Rangkaian Agenda Semarak Hari Santri Nasional 2026 di Banyuwangi
Program Cek Kesehatan Gratis ini menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Banyuwangi. Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan berbagai agenda edukatif dan kreatif hingga puncak peringatan HSN, antara lain:

1. 18 Oktober 2026: Festival Anak Sholeh

2. 19 Oktober 2026: Santri Mengajar

3. 20 Oktober 2026: Rembuk Santri

4. 21 Oktober 2026: Pelatihan Masjid Affiliate

5. 22 Oktober 2026: Santri Entrepreneur & Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026

Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemkab Banyuwangi optimistis mampu menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, mandiri, dan siap melahirkan generasi unggul bagi masa depan bangsa. (YHW)