Umum

Pungutan Pedagang CFD Sidoarjo Bakal Dipangkas, Sampah dan Fasilitas Jadi Perhatian

385
×

Pungutan Pedagang CFD Sidoarjo Bakal Dipangkas, Sampah dan Fasilitas Jadi Perhatian

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengevaluasi total pelaksanaan kegiatan Bebas Kendaraan Motor (Car Free Day/CFD) di kawasan Alun-Alun Sidoarjo dan sekitarnya (Foto: Diskominfo Sidoarjo)

JATIMPLUS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Alun-Alun Sidoarjo dan sekitarnya. Salah satu perhatian utama adalah besaran pungutan yang dikenakan kepada pedagang dan pelaku UMKM yang berjualan saat CFD.

Bupati Sidoarjo Subandi meminta paguyuban pedagang memangkas pungutan dari sebelumnya Rp15.000 hingga Rp20.000 menjadi Rp5.000 per hari jualan.

Kebijakan penataan tersebut diarahkan agar keberadaan ruang publik tetap dapat dinikmati masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan kepada pedagang kecil untuk mencari penghasilan tanpa terbebani pungutan yang terlalu besar.

“Kita ingin masyarakat bisa menikmati ruang publik, sementara pedagang juga bisa mendapatkan kesempatan untuk berjualan,” ujar Subandi dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).

Subandi menegaskan, penyelenggaraan Car Free Day Sidoarjo pada dasarnya bukan ditujukan sebagai ruang komersial atau komoditas bisnis semata. Karena itu, pungutan internal yang dikelola paguyuban pedagang perlu ditata secara proporsional dan transparan.

Dari skema baru Rp5.000 yang diusulkan, sebesar Rp2.000 dialokasikan untuk kebutuhan internal paguyuban pedagang. Sementara Rp3.000 lainnya diarahkan untuk mendukung operasional pengelolaan sampah di kawasan CFD.

“Car Free Day ini berdiri bukan untuk kepentingan bisnis,” tegas Subandi.

Menurutnya, kebutuhan operasional CFD perlu dibicarakan bersama antara pemerintah daerah dan paguyuban pedagang. Dengan demikian, kebutuhan pengelolaan kawasan tetap dapat dipenuhi tanpa membebani pedagang kecil.

Sebelumnya, perwakilan Paguyuban Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia (Pedalindo) menjelaskan, iuran yang selama ini ditarik sebesar Rp15.000 hingga Rp20.000 per minggu atau bulan digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional.

Dana tersebut antara lain dimanfaatkan untuk kebersihan, penanganan sampah, hingga bantuan sosial bagi anggota paguyuban yang mengalami musibah sakit maupun meninggal dunia.

Selain persoalan pungutan, para pedagang juga mengusulkan adanya lokasi pengganti yang memadai ketika kegiatan CFD Sidoarjo diliburkan selama bulan Ramadan.

READ  Pemkab Sidoarjo Beri Reward kepada 1.940 Atlet Juara Porkab 2026

Evaluasi Pemkab Sidoarjo juga mencakup dampak tingginya aktivitas masyarakat terhadap lingkungan dan fasilitas umum di sekitar Alun-Alun Sidoarjo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Arif Mulyono mengungkapkan, jumlah pengunjung CFD saat ini diperkirakan mencapai sekitar 18.030 orang setiap pelaksanaan.

Tingginya jumlah pengunjung tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kapasitas armada dan personel kebersihan yang tersedia.

DLHK Sidoarjo saat ini menyiagakan 44 personel kebersihan di 44 titik di kawasan alun-alun dan sekitarnya. Petugas tersebut juga didukung empat unit dump truck untuk menangani sampah yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung.

“Terkait sampah, kami mengarahkan ke TPS3R terdekat. Berapa besarannya silakan. Contoh di TPS Cemengbakalan sebesar Rp5.000 dengan penanganan sampah yang sudah diolah,” kata Arif.

Untuk mengendalikan jumlah pedagang, Arif juga mendorong Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo melakukan pembatasan dan penertiban melalui sistem karcis resmi.

Menurutnya, pengendalian jumlah pedagang diperlukan untuk mencegah tekanan berlebihan terhadap fasilitas umum yang berada di sekitar lokasi CFD.

Berdasarkan hasil evaluasi Pemkab Sidoarjo, dampak aktivitas CFD juga telah menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum dengan total nilai mencapai Rp36,6 juta.

Kerusakan tersebut antara lain terjadi pada median Jalan Ahmad Yani dengan nilai sekitar Rp28,5 juta, serta median Jalan Gubernur Suryo sebesar Rp8,1 juta.

Selain kerusakan median jalan, fasilitas toilet umum juga menjadi perhatian karena kerap mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas penggunaan atau overload.

Evaluasi tersebut menjadi dasar bagi Pemkab Sidoarjo untuk melakukan penataan kembali pengelolaan Car Free Day di Alun-Alun Sidoarjo, mulai dari pungutan pedagang, pengelolaan sampah, pembatasan jumlah pelaku usaha hingga perlindungan fasilitas publik.

Penataan diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara fungsi CFD sebagai ruang publik, aktivitas ekonomi pedagang kecil, serta keberlanjutan lingkungan dan fasilitas umum di kawasan Alun-Alun Sidoarjo. (PWY)