Umum

Jadi SMK Pertama di Banten, SMKN 2 Pandeglang Gandeng Bogasari Kembangkan TEFA

354
×

Jadi SMK Pertama di Banten, SMKN 2 Pandeglang Gandeng Bogasari Kembangkan TEFA

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari terus mendorong peningkatan mutu pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui penguatan kerja sama dengan dunia industri.

Langkah tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan siswa agar lebih siap memasuki dunia kerja, tetapi juga membekali generasi muda dengan kemampuan kewirausahaan sehingga mampu menjadi pelaku usaha sejak usia muda.

Komitmen itu diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bogasari dengan sejumlah SMK, termasuk SMKN 2 Pandeglang, Banten. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bogasari Mengajar di bidang pendidikan.

Wakil Kepala Divisi Bogasari, Erwin Sudharma, mengatakan kolaborasi dengan SMK menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan industri.

Hal itu disampaikannya dalam siaran pers terkait penandatanganan MoU Bogasari dengan SMKN 2 Pandeglang, Jumat (4/9/2026).

Penandatanganan MoU dengan pihak sekolah dilakukan di Gedung Aula SMKN 2 Pandeglang pada Kamis (3/9/2026). Pihak sekolah diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 2 Pandeglang, Rohmatul Fajri, S.Pd., M.Pd., sedangkan dari Manajemen Bogasari diwakili Wakil Kepala Divisi Bogasari Erwin Sudharma dan Vice President Human Resource Bogasari Anwar.

SMKN 2 Pandeglang menjadi sekolah pertama di Provinsi Banten yang menjalin kerja sama dengan Bogasari dalam pengembangan kurikulum Teaching Factory (TEFA) SMK.

“Melalui kerja sama ini, Bogasari akan mendukung secara nyata dalam hal pengajaran kepada para siswa, analisa dan penyelarasan kurikulum, pelatihan untuk siswa dan guru, kesempatan magang untuk siswa dan guru,” ujar Erwin.

Menurutnya, kesempatan magang tidak hanya tersedia di fasilitas produksi Bogasari. Siswa dan guru juga berkesempatan mendapatkan pengalaman langsung di Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mitra Bogasari.

READ  Mahasiswa Doktoral IPB Dalami Ketahanan Pangan dan Manajemen Industri Lewat Kunjungan Akademik ke Bogasari

Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat pemahaman siswa terhadap dunia usaha sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak di bangku sekolah.

25 Tahun Bogasari Mengajar

Program Bogasari Mengajar sebagai bagian dari CSR perusahaan di bidang pendidikan telah berjalan selama lebih dari 25 tahun. Program tersebut terus dikembangkan mengikuti kebutuhan lembaga pendidikan, baik SMK maupun perguruan tinggi.

Saat ini, terdapat lima program utama dalam CSR Bogasari, yakni magang industri, penelitian skripsi, kunjungan akademik, observasi penugasan mata kuliah, serta kelas praktisi mengajar.

“Khusus untuk magang dan kunjungan akademik, terbuka dari berbagai provinsi dan tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tapi juga Sumatera dan Kalimantan. Setiap tahun Bogasari menerima magang bisa sampai 1.000 orang siswa dan mahasiswa,” ungkap Erwin.

Kerja sama dengan SMKN 2 Pandeglang kemudian langsung dilanjutkan dengan pelatihan Teaching Factory yang diberikan oleh Baker Bogasari Baking Center (BBC), Irvan Indrayana.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (3-4/9/2026), tersebut diikuti 14 guru dan 68 siswa kelas XI jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi praktik pembuatan enam jenis cookies, yakni Chocolate Chip Cookies, Kaastangels, Nastar Spesial, Lidah Kucing Cokelat Keju, Putri Salju, dan Red Velvet Soft Cookies.

Keenam resep tersebut disesuaikan dengan kebutuhan TEFA SMKN 2 Pandeglang, khususnya untuk rencana pembuatan dan penjualan produk menyambut Lebaran 2027.

Irvan mengatakan pelatihan tidak hanya berfokus pada praktik pembuatan produk, tetapi juga memberikan pemahaman teori yang berkaitan dengan proses produksi dan pengembangan usaha.

“Makanya kami tidak hanya mengajarkan praktik pembuatan, tapi juga pengetahuan teori yang sangat detail, mulai dari spesifikasi dan kandungan gizi karena terigu Bogasari sudah wajib fortifikasi sejak tahun 2001, sampai dengan cara perhitungan keuntungan atau harga pokok penjualan (HPP) kepada para siswa dan guru,” jelas Irvan.

READ  TTL–Basarnas Kolaborasi Gelar Sosialisasi Tanggap Darurat Kebencanaan

Materi tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa keterampilan produksi juga harus diikuti kemampuan menghitung biaya, menentukan harga jual, serta memperkirakan keuntungan. Dengan demikian, siswa tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga dasar pengelolaan usaha.

SMKN 2 Pandeglang Siap Manfaatkan Kolaborasi

Plt Kepala SMKN 2 Pandeglang, Rohmatul Fajri, menyambut positif kerja sama dengan Bogasari. Ia mengaku bangga karena SMKN 2 Pandeglang menjadi SMK pertama di Banten yang menjalin kerja sama dengan perusahaan tersebut.

Menurut Rohmatul, kapasitas Bogasari sebagai salah satu industri terigu terbesar di Indonesia dapat menjadi sumber pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi guru maupun siswa.

Terlebih, SMKN 2 Pandeglang baru ditetapkan sebagai sekolah yang menjalankan program Teaching Factory dan ditargetkan berkembang menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Jadi serap ilmu sebanyak-banyaknya dari Bogasari selama pelatihan dua hari ini dan sesi berikutnya. Tidak hanya siswa, tapi terutama lagi para guru agar bisa digunakan dalam pengembangan pengajaran buat siswa lainnya di generasi berikutnya,” katanya.

Ia menilai kesempatan bekerja sama dengan industri merupakan peluang yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

“Tidak mudah pastinya mendapat kesempatan bekerja sama dengan perusahaan Bogasari. Ini kesempatan emas yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Apresiasi terhadap kerja sama tersebut juga disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Dede Rukhyati, S.Ag., M.Si. Ia sengaja hadir dalam agenda penandatanganan MoU sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi industri dengan SMK di wilayah Pandeglang.

Dede berharap kerja sama yang berlangsung selama dua tahun tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa dan guru. Ia juga mendorong lahirnya inovasi produk yang mengangkat potensi dan kearifan lokal Pandeglang.

READ  Bogasari Gandeng SMKN 3 Kediri, Dukung Peningkatan Mutu Pendidikan Kuliner

“Kalau perlu ada inovasi produk yang bisa dihasilkan dengan kearifan lokal seperti roti durian,” ujarnya.

Selain itu, Dede berharap Bogasari dapat memperluas program serupa ke SMK lain yang memiliki jurusan tata boga atau kuliner di Kabupaten Pandeglang.

Ia menilai transfer pengetahuan dari industri dapat membantu meningkatkan kesiapan lulusan SMK, baik untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.

“Saya juga berharap setelah kerja sama ini, Bogasari dapat membagikan ilmu ke SMK lainnya yang memiliki jurusan tata boga atau kuliner di Kabupaten Pandeglang. Semoga semua ilmu dari Bogasari dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran dari lulusan SMK di Kabupaten Pandeglang yang cukup tinggi. Lulusan SMK yang siap jadi pekerja dan atau siap jadi pelaku usaha. Ini harapan kami,” pungkas Dede.

Melalui kerja sama tersebut, Bogasari dan SMKN 2 Pandeglang berharap sinergi antara dunia pendidikan dan industri semakin kuat. Pengembangan Teaching Factory, pelatihan, hingga kesempatan magang diharapkan mampu menghasilkan lulusan SMK yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki daya saing dan jiwa kewirausahaan. (KMO)