Umum

BPBD Kabupaten Malang Tangani Karhutla di Sejumlah Wilayah, Distribusi Air Bersih Tembus 1 Juta Liter

394
×

BPBD Kabupaten Malang Tangani Karhutla di Sejumlah Wilayah, Distribusi Air Bersih Tembus 1 Juta Liter

Sebarkan artikel ini
Distribusi air bersih ke warga terdampak kekeringan. (Foto: BPBD Kabupaten Malang)

JATIMPLUS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di tengah masa tanggap darurat bencana kekeringan dan karhutla yang masih berlangsung.

Selain melakukan pemadaman dan penanganan di lokasi kebakaran, BPBD Kabupaten Malang juga tetap mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan petugas melakukan penanganan karhutla di beberapa lokasi pada Rabu (2/9/2026).

Sejumlah lokasi yang ditangani meliputi lahan tebu di Kecamatan Pagelaran, lahan bambu di Kecamatan Lawang, kawasan Trisula Jarak Ijo, serta kebakaran hutan di Petak 100 yang berada di sekitar Pos 3 jalur pendakian Gunung Butak, Kecamatan Pujon.

Penanganan karhutla dilakukan dengan melibatkan dan mengoordinasikan berbagai unsur untuk mencegah api meluas, terutama di kawasan yang rawan kebakaran selama musim kemarau.

Di tengah penanganan karhutla, BPBD Kabupaten Malang juga memastikan Posko Tanggap Darurat tetap beroperasi selama 24 jam. Pemantauan dilakukan di 33 kecamatan dengan memanfaatkan jaringan radio komunikasi, internet, layanan pesan singkat, hingga call center kebencanaan.

Distribusi Air Bersih Tembus 1 Juta Liter

Sementara itu, penanganan dampak kekeringan terus dilakukan melalui distribusi air bersih. Pada Rabu (2/9/2026), BPBD menyalurkan sebanyak 35 ribu liter air bersih ke Desa Sitiarjo dan Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Air bersih tersebut dikirim menggunakan dua armada dengan total tujuh rit pengiriman untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Sadono menjelaskan, sejak masa tanggap darurat dimulai pada 8 Agustus 2026 hingga 2 September 2026, total air bersih yang telah didistribusikan BPBD Kabupaten Malang mencapai 1.001.300 liter.

“Dampak kekeringan saat ini mencakup lima desa di empat kecamatan dengan jumlah warga terdampak sekitar 2.657 kepala keluarga atau 8.479 jiwa,” ujarnya.

READ  MotoGP 2026 Memanas di Sepang, Marc Marquez Tampil Tercepat Hari Pertama

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, wilayah yang terdampak kekeringan meliputi Desa Sumberagung, Desa Kedungbanteng, dan Desa Sitiarjo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Kemudian Desa Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan, Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung, serta Desa Sumberoto di Kecamatan Donomulyo.

Distribusi air bersih terbesar tercatat di Desa Karangkates dengan total 259.800 liter. Selanjutnya Desa Sumberagung sebanyak 190 ribu liter dan Desa Tumpakrejo mencapai 155 ribu liter.

Warga Diminta Waspadai Kebakaran

BPBD Kabupaten Malang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang cenderung cerah dapat meningkatkan risiko muncul dan meluasnya titik api.

Data pemantauan menunjukkan cuaca di Kabupaten Malang masih didominasi kondisi cerah dengan suhu berkisar 16 hingga 31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan tercatat sekitar 87 persen dengan angin bertiup dari arah selatan.

Dalam penanganan karhutla dan distribusi air bersih, BPBD Kabupaten Malang berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Di antaranya PMI Kabupaten Malang, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang, Perumda Tirta Kanjuruhan, PJT I Karangkates, perangkat desa, puskesmas setempat, serta relawan kebencanaan.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Pelaporan secara cepat diharapkan dapat mempercepat respons petugas sekaligus mencegah dampak bencana meluas. (TAP)