Umum

BPBD Banyuwangi Tetapkan Empat Kecamatan Rawan Tertinggi Karhutla

343
×

BPBD Banyuwangi Tetapkan Empat Kecamatan Rawan Tertinggi Karhutla

Sebarkan artikel ini
Petugas dan Warga Berjibaku Memadamkan Api Yang Membakar Kawasan Wisata Kawah Wurung

JATIMPLUS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi menetapkan empat kecamatan sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penetapan tersebut dilakukan seiring Banyuwangi memasuki puncak musim kemarau pada Agustus hingga September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Partana mengatakan, potensi karhutla mulai meningkat setelah terjadi kebakaran di kawasan perbatasan Bondowoso, tepatnya di sekitar Kawah Wurung. Meski hingga kini belum terdapat laporan kebakaran hutan di wilayah Banyuwangi, langkah mitigasi dan kesiapsiagaan terus diperkuat.

“Kalau potensi di musim ini tentu terjadi ketika di titik-titik tertentu karhutla mulai tersulut. Berdasarkan pemetaan kami, wilayah dengan potensi kerawanan tertinggi di Banyuwangi mencakup hampir keseluruhan kawasan hutan yang ada di empat kecamatan,” ujar Partana, Rabu (26/8/2026).

Empat kecamatan yang masuk zona merah kerawanan karhutla tersebut yakni Wongsorejo, Kalibaru, Pesanggaran, dan Tegaldlimo.

Kawasan hutan di empat wilayah itu memiliki karakteristik berbeda. Mulai dari hutan yang kering, kawasan perbukitan dengan vegetasi yang mengering, hingga wilayah yang berbatasan langsung dengan area konservasi.

Menurut Partana, kondisi kemarau panjang membuat vegetasi semakin mudah terbakar. Periode Agustus hingga September menjadi fase yang dinilai paling krusial karena tingkat kekeringan meningkat dan api lebih mudah merambat.

“Puncak musim kemarau di bulan Agustus hingga September ini memang menjadi fase paling krusial di mana kita harus mengantisipasi ancaman karhutla secara maksimal,” katanya.

Selain meningkatkan ancaman karhutla, musim kemarau juga mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Banyuwangi. Karena itu, BPBD meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi dampak kemarau.

Perkuat Satgas dan Patroli Hutan

Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi akan menggelar apel siaga sekaligus memperkuat Satgas Karhutla.

READ  Banyuwangi Jadi Jujukan 16 Negara, Pelajari Praktik Industri Kayu Berkelanjutan Indonesia

Kesiapsiagaan melibatkan berbagai unsur, termasuk Perhutani di tiga wilayah kerja, pengelola Taman Nasional Alas Purwo, serta instansi terkait lainnya. Patroli rutin dan pemantauan dari menara pengawas hutan juga akan ditingkatkan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

BPBD Banyuwangi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka ketika membersihkan lahan maupun membakar sampah organik.

Kondisi angin yang cukup berpotensi kencang ditambah vegetasi kering dapat membuat api dengan cepat merembet ke kawasan lain dan memicu kebakaran yang lebih luas.

“Bagi masyarakat, untuk sementara sampah organik tidak perlu dibakar di tempat terbuka yang rawan. Lebih baik ditimbun, karena nanti saat musim hujan tiba, tumpukan sampah itu justru akan berubah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat,” ujar Partana.

BPBD berharap kewaspadaan seluruh pihak dapat mencegah terjadinya karhutla di Banyuwangi selama puncak musim kemarau. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan dan lahan. (KGH)