Umum

DPT Muktamar Ke-35 NU Ditetapkan, Papua Masih dalam Proses Verifikasi

205
×

DPT Muktamar Ke-35 NU Ditetapkan, Papua Masih dalam Proses Verifikasi

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menuntaskan pembahasan Daftar Peserta Tetap (DPT) Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama. Hingga Sabtu (22/8/2026), sebanyak 556 cabang dan wilayah telah ditetapkan berhak mengikuti muktamar.

Ketua Panitia Muktamar Ke-35 NU yang juga Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengatakan penetapan DPT dilakukan setelah melalui proses verifikasi dan pembahasan oleh tim.

“Per hari ini sudah diputuskan 556 cabang dan wilayah yang berhak mengikuti Muktamar Ke-35 NU,” kata Gus Ipul, Sabtu (22/8/2026).

Meski telah ditetapkan sebagai DPT, Gus Ipul menjelaskan jumlah tersebut masih memiliki kemungkinan bertambah. Saat ini tim masih menyelesaikan proses verifikasi untuk sejumlah kepengurusan NU di wilayah Papua.

“Kalaupun nanti ada penambahan, hanya terkait proses di Papua yang saat ini masih diselesaikan. Jadi jumlah akhirnya sangat mungkin tidak jauh dari angka yang sudah ditetapkan hari ini,” ujarnya.

Menurut Gus Ipul, penyelesaian DPT menjadi salah satu bagian penting dari kesiapan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU. Panitia ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan organisasi sekaligus memberikan kepastian kepada cabang dan wilayah yang akan hadir.

Menjelang pelaksanaan muktamar, Gus Ipul juga mengajak seluruh warga dan pengurus NU menjaga suasana tetap sejuk. Muktamar, kata dia, harus menjadi ruang silaturahmi, musyawarah, dan kegembiraan bersama bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama.

“Kita ingin menghadirkan Muktamar Gembira. Datang dengan gembira, bermusyawarah dengan gembira, dan pulang membawa semangat untuk bersama-sama membesarkan NU,” katanya.

Karena itu, Gus Ipul meminta seluruh peserta maupun warga NU tidak mudah terpancing berbagai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terutama yang beredar menjelang muktamar.

“Jangan mudah terpancing isu, kabar bohong, atau hoaks yang sengaja dilemparkan menjelang muktamar. Kalau ada informasi, cek dulu sumbernya. Mari kita jaga muktamar ini agar berlangsung teduh, tertib, penuh persaudaraan, dan menggembirakan,” ujarnya. (EFO)

READ  Kemensos Catat Penyaluran Bansos Triwulan III Tembus 75 Persen