EkonomiPemerintahanUmum

Pemerintah Bidik Realisasi Investasi Rp2.322 Triliun pada 2027

246
×

Pemerintah Bidik Realisasi Investasi Rp2.322 Triliun pada 2027

Sebarkan artikel ini
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani (kedua dari kanan), saat menghadiri Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Gedung DJP, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026

JATIMPLUS.COM – Pemerintah resmi menetapkan target realisasi investasi nasional sebesar Rp2.322 triliun pada tahun 2027. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan sasaran investasi tahun 2026 yang sebesar Rp2.041 triliun. Langkah ambisius ini diambil guna memperkuat pondasi pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas penyerapan lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa sektor investasi terus menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia. Hal tersebut terbukti pada triwulan II 2026, di mana ekonomi nasional berhasil tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year), dengan lonjakan kontribusi besar dari sektor investasi.

“Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 itu sebesar 5,29 persen. Investasi menyumbang kurang lebih 39 persen dari total pertumbuhan triwulan II 2026,” ujar Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Gedung DJP, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Kontribusi Melampaui Batas Normal

Rosan menjelaskan, porsi kontribusi investasi sebesar 39 persen pada triwulan II 2026 tersebut tergolong istimewa. Pasalnya, angka ini berada di atas kisaran normal yang biasanya hanya berkisar antara 28 hingga 29 persen. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa peran investasi kian vital dalam menggerakkan roda perekonomian tanah air.

Target tahun 2027 sebesar Rp2.322 triliun ini juga merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) sasaran investasi nasional periode 2025–2029 yang diproyeksikan mencapai Rp13.032 triliun. Target lima tahunan tersebut melesat hingga 143 persen jika dibandingkan dengan realisasi investasi yang berhasil dihimpun dalam kurun waktu 10 tahun sebelumnya.

Tren Positif Penyerapan Tenaga Kerja

Optimisme pemerintah bukan tanpa alasan. Pada semester I 2026, realisasi investasi tercatat telah menembus Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen. Capaian positif ini berhasil menyerap sekitar 1,45 juta tenaga kerja langsung—meningkat 15 persen dibandingkan periode sebelumnya.

READ  Paskibraka Tingkat Pusat 2025 Dikukuhkan, 76 Pelajar Bakal Jadi Pengibar Sang Saka di Istana

Pemerintah menilai, dampak investasi terhadap perekonomian jauh melampaui sekadar nominal realisasi angka. Jumlah penyerapan tersebut bahkan belum memperhitungkan:

Kesempatan kerja tidak langsung di sekitar kawasan industri/proyek.

Aktivitas ekonomi pendukung (UMKM, logistik, kuliner, dan jasa) yang timbul akibat kegiatan investasi.

Dorong Investasi Berkualitas untuk Kesejahteraan Rakyat

Pemerintah menegaskan bahwa kejar-kejaran angka pertumbuhan bukanlah tujuan akhir. Peningkatan nilai investasi harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat luas.

“Setiap rupiah investasi harus menciptakan lapangan pekerjaan yang baik dan berkualitas. Sekaligus juga memperbaiki kualitas hidup masyarakat kita,” pungkas Rosan. (MYZ)