Umum

PGN Bojonegoro Perkuat Daya Saing UMKM melalui Edukasi Gas Bumi

388
×

PGN Bojonegoro Perkuat Daya Saing UMKM melalui Edukasi Gas Bumi

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Area Bojonegoro menggelar edukasi interaktif kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengenai pemanfaatan gas bumi yang aman, efisien, dan optimal. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PGN sebagai Subholding Gas Pertamina untuk mendukung pertumbuhan UMKM sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Edukasi bertajuk “Sinergi Bersama PGN Area Bojonegoro: Wujudkan UMKM Tangguh, Hemat Energi, dan Berdaya Saing” tersebut digelar di Hotel Eastern, Jalan Veteran, Bojonegoro, Rabu (22/7/2026). Selain memperkenalkan keunggulan gas bumi sebagai sumber energi, PGN juga memberikan pemahaman mengenai budaya keselamatan, karakteristik gas bumi, hingga langkah penanganan awal apabila terjadi gangguan pada instalasi gas di lokasi usaha.

Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief, mengatakan PGN ingin terus tumbuh bersama sektor UMKM yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Menurutnya, pemanfaatan gas bumi tidak hanya memberikan efisiensi biaya operasional, tetapi juga mendukung keberlangsungan usaha melalui pasokan energi yang stabil dan aman.

“Kami ingin selalu mendampingi pelaku usaha. Apabila terjadi kendala pada instalasi sambungan pipa gas, pelanggan dapat langsung menutup keran gas, serta segera menghubungi Pertamina Call Center di nomor 135 atau layanan resmi WhatsApp PGN agar tim teknis kami dapat segera memberikan penanganan sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan,” ujar Faishal.

Dalam kegiatan tersebut, PGN mengajak pelaku usaha untuk menjaga keandalan instalasi gas dengan memastikan pipa berada pada jarak aman dari sumber api maupun instalasi kelistrikan, menempatkan instalasi di area yang kering dengan ventilasi udara yang baik, serta memastikan meteran gas berada di lokasi yang aman.

READ  Pengawasan ASN Saat WFH Jumat Diperketat, Ini Langkah Mendikdasmen

PGN juga memberikan edukasi mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila ditemukan indikasi kebocoran gas. Masyarakat diimbau tetap tenang dengan tidak menyalakan api maupun peralatan listrik, menutup seluruh keran gas, membuka pintu dan jendela agar sirkulasi udara lancar, serta memeriksa titik kebocoran menggunakan air sabun pada sambungan pipa.

Faishal menjelaskan bahwa gas bumi memiliki karakteristik lebih ringan daripada udara sehingga mudah menguap ke atmosfer, tidak mudah meledak, ramah lingkungan, serta telah diberi zat pembau (odorant) sehingga kebocoran lebih mudah dikenali.

Selain aspek keselamatan, PGN juga memperkenalkan berbagai keunggulan jaringan gas (jargas) bagi pelaku usaha. Sistem distribusi gas bumi melalui pipa dinilai lebih praktis dibandingkan penggunaan tabung karena tidak memerlukan proses bongkar-pasang tabung gas. Energi gas bumi disalurkan langsung dari pipa utama PGN menuju kompor maupun peralatan produksi sehingga aktivitas usaha menjadi lebih efisien, area kerja lebih rapi, dan risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan.

Faishal turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang terus mendukung pengembangan penggunaan energi bersih di daerah.

“Kami berterima kasih kepada Disdagkop UM serta Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Bojonegoro yang senantiasa bersinergi mendorong iklim usaha yang maju serta mendukung transisi penggunaan energi berkelanjutan di Bojonegoro,” katanya.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Bojonegoro Yuri Nur Rahmawati, perwakilan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Bojonegoro Wiega Bagus Andriyanto, pelaku usaha laundry, UMKM, restoran, serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Kabid Bina Usaha Perdagangan Disdagkop UM Kabupaten Bojonegoro, Yuri Nur Rahmawati, menyambut baik upaya PGN dalam memperluas pemanfaatan jaringan gas bumi. Menurutnya, masyarakat Bojonegoro sangat menantikan perluasan layanan jargas karena mampu memberikan pasokan energi yang stabil dan sangat mendukung aktivitas pelaku usaha.

READ  Perceraian di Sumenep 2025 Meningkat, Angkanya Cukup Mengkhawatirkan

“Kami berharap jaringan gas dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha yang merasakan manfaatnya,” ujar Yuri.

Antusiasme juga disampaikan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bojonegoro, Sri Artiningsih. Ia menilai penggunaan gas bumi mampu membantu pelaku usaha menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.

“Gas bumi ini memperingan beban usaha kami. Selain lebih hemat, juga praktis, efisien, tersedia 24 jam, dan ramah lingkungan,” ungkap Sri.

Pada kesempatan yang sama, Dimas Setiawan dari Dewan Asosiasi Laundry Indonesia memaparkan potensi besar industri laundry di Bojonegoro berdasarkan hasil riset yang dilakukan selama lebih dari satu tahun. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan gas bumi PGN menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan efisiensi operasional sehingga pelaku usaha dapat lebih kompetitif di tengah persaingan bisnis.

Melalui edukasi ini, PGN Area Bojonegoro berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memahami manfaat penggunaan gas bumi serta menerapkan budaya keselamatan dalam operasional usahanya. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM sekaligus mendukung transisi energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro. (MER)