PemerintahanUmum

Mensos Pastikan Program Kemensos Berbasis Data demi Wujudkan Layanan Tepat Sasaran

379
×

Mensos Pastikan Program Kemensos Berbasis Data demi Wujudkan Layanan Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memimpin Rapat Dinas bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Robben Rico, serta jajaran Kemensos di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat

JATIMPLUS.COM – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meminta seluruh jajaran Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menyusun program secara terintegrasi, berbasis data terverifikasi, dan berfokus pada penyelesaian ketimpangan sosial. Langkah ini merupakan bentuk tindak lanjut atas instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Arahan tegas tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Ipul saat memimpin Rapat Dinas di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026). Rapat tersebut diikuti oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Robben Rico, jajaran pejabat eselon, serta Kepala Sentra dan Balai Kemensos dari seluruh Indonesia yang hadir secara daring.

Dalam pengarahannya, Gus Ipul menekankan bahwa hasil Sidang Kabinet Paripurna bersama Presiden Prabowo harus segera diterjemahkan menjadi langkah konkrit di lapangan.

“Presiden mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan besar yang harus kita selesaikan, yaitu ketimpangan. Karena itu seluruh program kita harus benar-benar diarahkan untuk menjawab persoalan tersebut,” tegas Gus Ipul.

Ia mengingatkan bahwa amanat Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 menjadi landasan utama Kemensos dalam mengelola sumber daya negara demi melindungi serta meningkatkan kesejahteraan fakir miskin dan anak-anak terlantar.

Sekolah Rakyat Jadi Kunci Pemutus Rantai Kemiskinan
Gus Ipul menilai program Sekolah Rakyat sebagai salah satu instrumen vital untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Untuk menunjang keberhasilannya, ia menggarisbawahi pentingnya akurasi data dan ketepatan penyaluran bantuan sosial.

“Datanya harus benar, bantuan sosialnya tepat sasaran, dan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan keluarga-keluarga yang tidak mampu,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelayanan Kemensos tidak boleh terputus dan harus berkelanjutan—mulai dari tahap pendataan, perlindungan, rehabilitasi, hingga pemberdayaan sosial. Layanan rehabilitasi maupun bantuan residensial dan nonresidensial harus disesuaikan secara fleksibel dengan kebutuhan spesifik tiap penerima manfaat, baik melalui home care maupun home visit.

READ  Validitas DTSEN Jadi Kunci, Dinsos Sidoarjo Minta Warga Aktif Perbarui Data

Pusdatin Sebagai Penjuru dan Penguatan Sinformatik Internal
Mengakhiri ego sektoral, Gus Ipul meminta seluruh unit kerja di lingkungan Kemensos untuk menghentikan pola kerja yang terpisah-pisah (silo). Ia mengibaratkan Kemensos sebagai satu mesin utuh yang membutuhkan koordinasi erat antar-direktorat.

“Kemensos ini ibarat satu mesin. Jangan ada yang berjalan sendiri-sendiri. Antar-direktur, antar-unit kerja, harus saling berkomunikasi dan menyusun program bersama supaya layanan kepada masyarakat semakin tajam,” terangnya.

Dalam skema baru ini, Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) ditunjuk sebagai fondasi utama atau “penjuru” pengelolaan data seluruh intervensi sosial. Setiap program strategis, baik rehabilitasi maupun pemberdayaan, wajib mengacu pada data Pusdatin yang telah diverifikasi dan terus dimutakhirkan.

Kawal Pembangunan Sekolah Rakyat Bebas Korupsi
Menutup arahannya, Gus Ipul secara khusus meminta seluruh jajarannya mengawal ketat proses pembangunan Sekolah Rakyat yang tengah berjalan di berbagai daerah di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas.

“Ini masa yang sangat menentukan karena kita sedang membangun fondasi Sekolah Rakyat. Semua prosesnya harus bersih, transparan, dan tidak boleh dikotori oleh praktik korupsi. Itu yang harus kita pegang bersama,” tutupnya. (BMX)