BisnisUmum

Gojek-Grab Kompak Pangkas Potongan Ojol, Berlaku Mulai 1 Juli 2026

307
×

Gojek-Grab Kompak Pangkas Potongan Ojol, Berlaku Mulai 1 Juli 2026

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab Indonesia resmi akan menerapkan potongan aplikasi maksimal 8 persen untuk layanan transportasi penumpang roda dua atau ojek online (ojol) mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini menandai penurunan signifikan dari skema sebelumnya yang mencapai 20 persen dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi.

Wakil Direktur Utama sekaligus Deputi CEO GoTo, Catherine Hindra Sutjahyo, mengatakan Gojek akan mulai memberlakukan potongan aplikasi sebesar 8 persen untuk layanan GoRide sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pendapatan mitra pengemudi sekaligus tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Mulai 1 Juli 2026, Gojek akan mengimplementasikan potongan aplikasi sebesar 8 persen untuk layanan transportasi penumpang ojek online roda dua atau GoRide. Hal ini merupakan upaya kami untuk terus meningkatkan kesejahteraan para Mitra Pengemudi ojek online,” ujar Catherine dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).

Meski demikian, Catherine mengakui penerapan skema baru tersebut bukanlah langkah yang mudah. Menurutnya, perusahaan harus mempertimbangkan berbagai aspek penting, mulai dari menjaga peluang pendapatan mitra pengemudi, memastikan tarif layanan tetap terjangkau bagi pelanggan, hingga mempertahankan keberlanjutan ekosistem bisnis transportasi online.

Ia menegaskan, Gojek akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.

Sementara itu, Grab Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk menjalankan kebijakan serupa mulai awal Juli mendatang. Perusahaan menegaskan penerapan potongan aplikasi sebesar 8 persen akan dilakukan dengan tetap menjaga keseimbangan antara perlindungan mitra pengemudi, keterjangkauan layanan bagi konsumen, dan keberlanjutan ekosistem transportasi online nasional.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyebut implementasi kebijakan tersebut memerlukan penyesuaian di berbagai aspek operasional perusahaan. Namun, Grab berkomitmen untuk memastikan layanan tetap dapat diakses masyarakat dengan harga terjangkau tanpa mengurangi peluang pendapatan para mitra pengemudi.

READ  Apel Damai Gojek dan Pemkot Malang Jaga Kondusifitas Kota.

“Komitmen untuk menjaga keseimbangan tersebut sejalan dengan perjalanan Grab yang selama lebih dari satu dekade telah menjadi bagian dari keseharian jutaan masyarakat Indonesia,” kata Neneng.

Grab mencatat telah berkontribusi terhadap sekitar 50 persen industri ride-hailing dan layanan pengantaran online di Indonesia. Selain itu, perusahaan mengklaim telah menciptakan sekitar 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM serta menghadirkan berbagai program dukungan bagi mitra pengemudi dengan nilai lebih dari Rp100 miliar.

Neneng menegaskan, Grab akan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung perkembangan industri transportasi online nasional yang inklusif, andal, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Penurunan potongan aplikasi menjadi maksimal 8 persen dinilai sebagai langkah positif bagi para pengemudi ojol yang selama ini menginginkan porsi pendapatan yang lebih besar dari setiap perjalanan. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi sekaligus menjaga pertumbuhan industri transportasi berbasis aplikasi di Indonesia. (APO)