EkonomiUmum

KADIN Surabaya: Listrik Padam Bukan Sekadar Masalah Teknis, Tapi Ancaman Ekonomi

234
×

KADIN Surabaya: Listrik Padam Bukan Sekadar Masalah Teknis, Tapi Ancaman Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Ketua KADIN Surabaya, H. M. Ali Affandi L.N.M

JATIMPLUS.COM – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya menyoroti tajam dampak gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah belakangan ini. Gangguan yang terjadi berulang tersebut dinilai berpotensi besar melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), industri kecil, serta sektor perdagangan dan jasa yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang andal.

Meskipun memahami bahwa pemeliharaan jaringan adalah bagian dari penguatan sistem kelistrikan, KADIN Surabaya menegaskan bahwa pemadaman yang berulang harus menjadi perhatian serius karena dampaknya dirasakan langsung oleh dunia usaha.

UMKM Jadi Kelompok Paling Rentan
Ketua KADIN Surabaya, H. M. Ali Affandi L.N.M., menegaskan bahwa listrik saat ini telah menjadi fondasi utama aktivitas ekonomi modern. Menurutnya, UMKM dan usaha rumahan adalah kelompok yang paling rapuh karena mayoritas tidak memiliki fasilitas cadangan seperti genset.

“Ketika listrik padam, yang terdampak bukan hanya pabrik-pabrik besar. Ada ibu-ibu yang menggantungkan penghasilan dari usaha frozen food, pemilik laundry, pedagang yang produknya rusak karena pendingin mati, hingga usaha kecil yang kehilangan waktu produksi. Karena itu, gangguan listrik harus dilihat sebagai persoalan ekonomi masyarakat, bukan semata persoalan teknis jaringan,” ujar Ali Affandi di Surabaya, Senin (22/6).

Dampak nyata pemadaman ini langsung memukul berbagai sektor usaha harian, antara lain:

1. Frozen Food & Katering: Penurunan kualitas produk akibat terganggunya mesin pendingin.

2. Jasa Laundry: Proses pencucian dan penyetrikaan terhenti total.

3. Percetakan, Konveksi, & Bengkel: Keterlambatan pesanan pelanggan dan penurunan produktivitas.

4. Usaha Digital & Toko Kelontong: Terganggunya layanan pelanggan yang mengandalkan internet dan perangkat elektronik.

Daya Saing Investasi Jawa Timur Dipertaruhkan
Seiring berkembangnya kawasan industri, pusat logistik, dan investasi baru di Jawa Timur, kebutuhan energi dipastikan akan terus meningkat. KADIN Surabaya menilai infrastruktur kelistrikan harus diperkuat agar tidak menjadi kerikil tajam bagi pertumbuhan ekonomi.

READ  PLN UP3 Situbondo Pastikan Pasokan Listrik Andal Selama Perayaan Natal 2025

Kepala Badan Industri dan Real Estate KADIN Surabaya, Didik Prasetiyono, menambahkan bahwa keandalan energi kini menjadi indikator utama daya saing investasi daerah di kancah internasional.

“Persaingan investasi saat ini sangat ketat. Jawa Timur tidak hanya bersaing dengan daerah lain di Indonesia, tetapi juga dengan pusat industri di Asia Tenggara. Investor bisa memaklumi gangguan insidental, namun dunia usaha berharap adanya peningkatan keandalan sistem yang terukur,” jelas Didik.

Didik mengingatkan bahwa visi pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri dan transformasi digital tidak akan tercapai tanpa ditopang infrastruktur dasar yang kuat. “Listrik adalah infrastruktur ekonomi. Jika terganggu, yang ikut terdampak adalah lapangan kerja, rantai pasok, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya.

5 Langkah Mitigasi Usulan KADIN Surabaya
Untuk mengantisipasi dampak ekonomi yang lebih luas, KADIN Surabaya mengusulkan lima langkah strategis kepada pihak terkait:

Informasi Dini: Penyampaian jadwal pemadaman secara lebih awal, rinci, dan mudah diakses masyarakat serta pelaku usaha.

Prioritas Kawasan: Peningkatan keandalan listrik di kawasan industri, sentra UMKM, pasar tradisional, dan fasilitas publik strategis.

Evaluasi Menyeluruh: Audit total terhadap sistem pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga mekanisme mitigasi gangguan.

Insentif Energi Hijau: Percepatan pemanfaatan energi alternatif dan terbarukan melalui insentif yang mudah diakses pelaku usaha.

Kolaborasi Multipihak: Penguatan koordinasi antara PLN, pemerintah daerah, dan dunia usaha untuk memitigasi dampak ekonomi.

Melalui momentum ini, KADIN Surabaya berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat kolaborasi demi membangun sistem ketahanan energi yang tangguh dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. (TXK)