PemerintahanPendidikanUmum

Kementerian PU Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Banyuwangi Jelang Tahun Ajaran Baru

319
×

Kementerian PU Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Banyuwangi Jelang Tahun Ajaran Baru

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi terus dipercepat menjelang tahun ajaran baru. Saat ini, progres konstruksi megaproyek fasilitas pendidikan tersebut telah mendekati 80 persen.

“Ini sudah hampir 80 persen dengan total luas areanya 6,8 hektare. Kita sedang berupaya agar bisa selesai akhir Juni karena sebenarnya tinggal sedikit pekerjaan di bagian belakang,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6/2026).

Kejar Target Operasional: Tenaga Kerja Ditambah hingga 1.000 Orang
Untuk memenuhi target operasional pada Juli 2026, Kementerian PU menerapkan strategi penambahan tenaga kerja dan pelaksanaan proyek secara paralel. Dody meminta pihak kontraktor atau penyedia jasa untuk bergerak cepat menambah rombongan pekerja di lapangan.

Instruksi Menteri PU: “Memang masalah di sini yang utama sebenarnya pekerja, makanya saya minta kepada penyedia jasa untuk menambah pekerjanya. Kalau sudah posisi seperti ini tidak bisa hanya 600 atau 700 orang, paling tidak 900 sampai 1.000 orang,” ujar Dody.

Kementerian PU melalui unit teknis terkait juga akan melakukan pemantauan berkala secara ketat guna memastikan deviasi progres tetap terjaga positif hingga akhir Juni.

Mitigasi Risiko Banjir di Area Sekolah
Selain fokus pada kecepatan konstruksi, aspek keamanan kawasan juga menjadi perhatian serius pemerintah. Mengingat lokasi Sekolah Rakyat Banyuwangi berada di dekat aliran sungai yang memiliki potensi terdampak banjir, sejumlah langkah mitigasi khusus telah disiapkan.

Pemerintah melakukan proteksi kawasan dengan dua langkah utama:

1. Pemasangan bronjong di sepanjang tepian rawan.

2. Pembangunan dinding penahan air (tanggul) tambahan untuk melindungi struktur bangunan sekolah.

Fasilitas Megah Senilai Rp219,59 Miliar
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Banyuwangi dibangun di atas lahan seluas 6,8 hektare dengan nilai kontrak mencapai Rp219,59 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Timur melalui kerja sama operasi penyedia jasa, Nindya-Modern KSO.

READ  DLH Banyuwangi Ajak Masyarakat Bawa Wadah Sendiri Saat Ambil Daging Kurban

Kawasan pendidikan terpadu ini nantinya akan memiliki fasilitas komprehensif, antara lain:

1. Gedung sekolah lengkap (SD, SMP, dan SMA) beserta asrama siswa.

2. Rumah susun (Rusun) khusus guru dan tenaga pendidik.

3. Masjid, gedung serbaguna, kantin, hingga lapangan sepak bola.

Dody menegaskan bahwa seluruh Sekolah Rakyat yang dibangun oleh pemerintah dirancang menggunakan standar internasional. Program ini diinisiasi langsung oleh Presiden untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

“Semua Sekolah Rakyat yang dibangun oleh Bapak Presiden standarnya adalah sekolah internasional. Beliau ingin memuliakan adik-adik kita dari keluarga prasejahtera dengan menyediakan sekolah yang megah dan berkualitas,” pungkasnya.

Secara nasional, Kementerian PU saat ini tengah dikebut untuk menyelesaikan 93 Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia, yang semuanya ditargetkan siap beroperasi pada tahun ajaran baru, Juli 2026. (ODY)