BisnisEkonomiUmum

Bulog Jawa Timur Perkuat SPHP untuk Menjaga Stabilitas Harga Beras

302
×

Bulog Jawa Timur Perkuat SPHP untuk Menjaga Stabilitas Harga Beras

Sebarkan artikel ini
Satgas Pangan Polda Jawa Timur bersama Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya saat meninjau Pasar Soponyono dan Pasar Wonokromo pada Minggu (Foto: Humas Bulog)

JATIMPLUS.COM – Pemerintah melalui Perum Bulog terus menggencarkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bantuan Pangan, serta distribusi Minyakita guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di Jawa Timur. Upaya tersebut dinilai efektif menahan laju kenaikan harga beras dan minyak goreng di tengah mulai berkurangnya hasil panen memasuki musim kemarau.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu, mengatakan hingga awal Juni 2026 realisasi penyaluran beras SPHP di Jawa Timur telah mencapai 65.648 ton atau sekitar 66 persen dari target 98.767 ton. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi kedua secara nasional.

Menurut Langgeng, program SPHP berperan penting dalam menjaga harga beras medium tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp13.500 per kilogram.

“Saat ini harga jual beras SPHP dari gudang Bulog sebesar Rp11.000 per kilogram, sedangkan harga maksimal di tingkat konsumen Rp12.500 per kilogram,” ujarnya.

Selain program SPHP, pemerintah juga tengah menyalurkan Bantuan Pangan kepada 5.638.478 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Jawa Timur. Setiap penerima memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Langgeng menuturkan program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat penerima manfaat, tetapi juga berkontribusi mengurangi tekanan permintaan di pasar.

“Melalui program bantuan pangan ini kebutuhan beras dan minyak masyarakat penerima bantuan dapat terpenuhi sehingga membantu menekan permintaan di pasar,” katanya.

Untuk alokasi Februari-Maret 2026, Bulog telah menyalurkan sebanyak 112.769 ton beras kualitas medium dan sekitar 22,5 juta liter minyak goreng. Sementara itu, distribusi Minyakita terus dilakukan melalui pasar rakyat dan pasar yang tergabung dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

READ  Panen Raya di Karawang, Presiden Prabowo Jajal Produk Pertanian Lokal

Selama periode April hingga Juni 2026, Bulog Jawa Timur telah menggelontorkan 2.239.405 liter Minyakita. Sebanyak 64 persen dari total distribusi tersebut disalurkan melalui pasar rakyat guna memastikan ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan Satgas Pangan Polda Jawa Timur bersama Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya di Pasar Soponyono dan Pasar Wonokromo pada Minggu (7/6/2026), harga beras medium tercatat Rp12.000 per kilogram atau masih berada di bawah HET sebesar Rp13.500 per kilogram.

Sementara harga beras premium terpantau Rp14.900 per kilogram sesuai ketentuan HET. Adapun Minyakita dijual sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter.

Langgeng mengungkapkan sejumlah pedagang berharap pasokan Minyakita dapat ditambah karena tingginya permintaan masyarakat. Saat ini kuota Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita untuk BUMN pangan seperti Bulog, ID Food, dan Agrinas Palma sebesar 35 persen, sedangkan 65 persen sisanya dipasok oleh pihak swasta.

Ia berharap berbagai program yang dijalankan pemerintah dapat terus menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat serta mengendalikan inflasi.

Menurutnya, inflasi saat ini masih dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau, terutama komoditas cabai rawit dan beras.

“Tentu program-program pemerintah yang dilaksanakan diharapkan terus mampu menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras dan minyak goreng serta menjaga daya beli masyarakat dan inflasi tetap terkendali,” pungkas Langgeng. (ULR)