Umum

Cuaca Panas 41 Derajat, Jemaah Indonesia Dilarang Lontar Jumrah Pukul 10.00–14.00 WAS

272
×

Cuaca Panas 41 Derajat, Jemaah Indonesia Dilarang Lontar Jumrah Pukul 10.00–14.00 WAS

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – Kementerian Haji dan Umrah RI mengeluarkan imbauan kepada jemaah Indonesia agar tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi (WAS). Kebijakan tersebut diterapkan karena suhu siang hari di kawasan Mina mencapai 41 derajat Celcius.

Juru Bicara Kementerian Haji, Maria Assegaff, mengatakan larangan sementara itu diberlakukan demi menjaga keselamatan jiwa jemaah selama menjalani rangkaian ibadah haji di Armuzna.

“Jemaah Indonesia yang akan menuju Jamarat kami imbau tidak melaksanakan lontar jumrah pukul 10.00 hingga 14.00 WAS,” kata Maria dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Kemenhaj, Kamis (28/5/2026).

Menurut Maria, pada jam-jam tersebut cuaca di Mina sangat panas dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan seperti dehidrasi berat hingga heatstroke. Karena itu, jemaah diminta tetap berada di tenda atau maktab masing-masing selama periode tersebut.

Selain faktor cuaca, pengaturan waktu juga dilakukan untuk menghindari kepadatan arus jemaah menuju Jamarat. Kemenhaj meminta seluruh jemaah mematuhi jadwal dan arahan petugas di lapangan agar proses ibadah berjalan aman dan tertib.

“Para jemaah harus tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” ujarnya.

Maria menilai kedisiplinan jemaah dalam mengikuti jadwal menjadi faktor penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan selama fase Armuzna berlangsung.

Kemenhaj juga mengarahkan jemaah Indonesia menggunakan Jalur 2 atau Jalur Atas menuju Jamarat. Jalur tersebut ditetapkan sebagai rute resmi guna mengurangi potensi penumpukan massa.

Selain itu, jemaah diimbau memperbanyak konsumsi air putih, makan tepat waktu, serta menggunakan pelindung kepala saat beraktivitas di luar tenda. Aktivitas fisik yang tidak mendesak juga diminta untuk dibatasi selama cuaca panas ekstrem berlangsung.

Perhatian khusus diberikan kepada kelompok lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah berisiko tinggi. Ketua rombongan dan sesama jemaah diminta aktif memberikan pendampingan agar kondisi kesehatan mereka tetap terjaga.

READ  Polisi Amankan Provokator Aksi Solidaritas Ojol Lumajang, Kericuhan Dipicu Penyusup

Maria memastikan seluruh layanan haji, mulai transportasi, konsumsi, akomodasi, kesehatan hingga bimbingan ibadah tetap berjalan optimal selama pelaksanaan Armuzna.

“Seluruh layanan dipastikan tetap berjalan optimal hingga seluruh rangkaian Armuzna selesai,” pungkasnya. (VKG)