Umum

Kemenag Jatim: Hilal Dzulhijjah 1447 H Berhasil Dipantau di Lamongan

387
×

Kemenag Jatim: Hilal Dzulhijjah 1447 H Berhasil Dipantau di Lamongan

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur sukses melaksanakan pemantauan (rukyat) hilal untuk penentuan awal bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Minggu (17/5/2026). Dari total 13 titik pengamatan yang tersebar di wilayah Jawa Timur, hilal dilaporkan berhasil terlihat di satu lokasi utama.

Lokasi yang berhasil melihat hilal tersebut berada di Pantai Sunan Drajat/Tanjung Kodok Paciran, Kabupaten Lamongan.

Sementara itu, 12 titik rukyat lainnya melaporkan bahwa hilal tidak terlihat. Faktor cuaca menjadi kendala utama dalam pengamatan kali ini. Kondisi mendung yang tebal menghambat proses pandang tim di lapangan.

Adapun 12 wilayah yang melaporkan hilal tidak terlihat meliputi:

1. Madiun

2. Gresik

3. Mojokerto

4. Pamekasan

5. Bondowoso

6. Banyuwangi

7. Sampang

8. Blitar

9. Sumenep

10. Ponorogo

11. Tuban

12. Jombang

Kontribusi Jatim untuk Sidang Isbat
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, mengonfirmasi keberhasilan tim di Lamongan dan menyatakan bahwa seluruh hasil pemantauan ini langsung dilaporkan ke pemerintah pusat.

Sruji juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh tim rukyat, petugas lapangan, serta instansi terkait yang telah bersiaga di berbagai daerah.

“Terima kasih kepada seluruh tim rukyat dan pihak terkait yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab. Hasil pemantauan dari Jawa Timur ini menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung proses penetapan awal Dzulhijjah 1447 H oleh Kementerian Agama RI,” ujar Sruji.

Laporan resmi dari Jawa Timur ini nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan penting dalam Sidang Isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 H yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta.

Potensi Iduladha Serentak
Hasil rukyatul hilal yang disampaikan oleh tim Kemenag Jatim ini kian menguatkan prediksi bahwa perayaan Hari Raya Iduladha atau Lebaran Kurban tahun ini berpotensi besar akan berlangsung serentak tanpa adanya perbedaan.

READ  Prabowo Subianto Tegaskan Komitmen Wujudkan Kemandirian Energi Nasional

Sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui maklumat resminya telah menetapkan bahwa Hari Raya Iduladha 2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Ketetapan Muhammadiyah tersebut didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal serta acuan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT).

Dengan terlihatnya hilal di Lamongan secara konvensional (rukyat), indikasi kuat menunjukkan bahwa hasil Sidang Isbat pemerintah juga akan menetapkan tanggal yang sama. (QIC)