EkonomiUmum

Ketua HIPMI Jatim Resmi Dukung Ade Jona Prasetyo Jadi Ketum HIPMI

380
×

Ketua HIPMI Jatim Resmi Dukung Ade Jona Prasetyo Jadi Ketum HIPMI

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – Dukungan terhadap Ade Jona Prasetyo sebagai calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia periode 2026–2029 terus menguat menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang.

Ketua HIPMI Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf, bersama tokoh pengusaha muda sekaligus mantan Ketua HIPMI Jawa Timur periode 2011–2014, M. Ali Affandi, secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap anggota DPR RI tersebut.

Menurut Ahmad Salim Assegaf, Ade Jona Prasetyo memiliki kapasitas kepemimpinan yang matang serta visi strategis dalam mendorong peran pengusaha muda di tengah dinamika ekonomi nasional yang kian kompleks.

“Kami melihat sosok Ade Jona Prasetyo sebagai figur yang mampu menjembatani kepentingan pengusaha muda dengan arah kebijakan nasional. Pengalamannya di parlemen menjadi nilai tambah dalam memperkuat posisi HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah,” ujar Ahmad Salim Assegaf, Rabu (22/4/2026).

Senada dengan itu, M. Ali Affandi yang kini menjabat sebagai Ketua KADIN Kota Surabaya, menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada masa depan dalam tubuh HIPMI.

“HIPMI membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami dunia usaha, tetapi juga mampu membaca arah perubahan global dan mentransformasikannya menjadi peluang. Ade Jona Prasetyo menunjukkan karakter kepemimpinan yang elegan, komunikatif, dan memiliki daya jangkau nasional yang kuat,” ungkapnya.

Keduanya optimistis bahwa di bawah kepemimpinan Ade Jona Prasetyo, HIPMI akan semakin solid dan mampu berkontribusi signifikan dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis.

Proses pemilihan Ketua Umum HIPMI periode 2026–2029 sendiri menjadi perhatian luas berbagai kalangan, seiring meningkatnya peran strategis organisasi tersebut dalam perekonomian nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi sektor UMKM dan wirausaha muda terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menunjukkan tren positif dan menjadi tulang punggung penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

READ  Okupansi Hotel di Kota Batu Melandai, PHRI Sebut Daya Beli Menengah Melemah

Namun demikian, tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks. Mulai dari perlambatan ekonomi global, disrupsi teknologi dan digitalisasi, perubahan rantai pasok internasional, hingga tuntutan terhadap transisi ekonomi hijau dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, HIPMI dituntut tidak hanya menjadi wadah konsolidasi pengusaha muda, tetapi juga berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan pro-entrepreneur, memperkuat daya saing nasional, serta mendorong lahirnya pengusaha baru berbasis inovasi.

“Ade Jona sangat layak memimpin HIPMI dengan tantangan-tantangan ke depan,” tegas Ahmad Salim Assegaf yang juga diamini oleh M. Ali Affandi.

Dinamika internal organisasi pun kian kompetitif dengan munculnya berbagai kandidat potensial dari berbagai daerah yang membawa gagasan serta pendekatan kepemimpinan yang beragam.

Munas XVIII HIPMI mendatang diproyeksikan menjadi momentum krusial dalam menentukan arah transformasi organisasi ke depan, baik dalam memperkuat kapasitas kader, memperluas jejaring global, maupun mengakselerasi adaptasi terhadap ekonomi digital. Langkah ini dinilai penting guna memastikan pengusaha muda Indonesia mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah perubahan global yang berlangsung cepat. (XGT)