PemerintahanUmum

Dirut Perum Bulog Cek Langsung Pasar, Harga Pangan Terpantau Stabil

360
×

Dirut Perum Bulog Cek Langsung Pasar, Harga Pangan Terpantau Stabil

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung memantau harga bahan pangan di Pasar Wonokromo, Sabtu (5/4/2026). Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar komoditas mulai stabil, bahkan sejumlah di antaranya mengalami penurunan harga.

Kunjungan tersebut melibatkan berbagai pihak lintas sektor, mulai dari jajaran Bulog, Satgas Pangan, pengelola pasar, hingga perwakilan Kodam V/Brawijaya serta dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memastikan stabilitas harga pangan secara langsung di lapangan.

“Pengecekan ini berkaitan dengan kebijakan dari Presiden bahwa tidak boleh ada kenaikan harga. Hari ini kami cek langsung untuk memastikan kondisi di pasar,” ujar Ahmad Rizal.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI yang menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan.

Dari hasil inspeksi, sejumlah komoditas utama terpantau stabil. Harga beras program SPHP dan minyak goreng masih terkendali. Sementara itu, harga telur dan daging ayam ras justru menunjukkan tren penurunan.

“Minyak goreng stabil di kisaran Rp15.700 per liter. Telur turun menjadi Rp29 ribu dari sebelumnya Rp30-32 ribu. Daging ayam ras juga turun ke Rp35-36 ribu, sebelumnya sempat Rp40-45 ribu,” jelasnya.

Namun demikian, harga daging sapi masih relatif tinggi, yakni berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram. Kondisi ini diakui pedagang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

Salah satu pedagang mengungkapkan, harga daging sapi telah mengalami kenaikan beberapa kali dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, pasokan dari rumah pemotongan hewan (RPH) juga disebut semakin terbatas.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Rizal memastikan pihaknya akan segera melakukan penelusuran lebih lanjut hingga ke tingkat hulu, termasuk ke RPH. “Kami akan cek langsung ke RPH untuk mencari tahu kendala dan titik persoalan dalam rantai pasok,” tegasnya.

READ  Jefry Tagore Kembali Pimpin PABSI Jatim, Bertekad Wujudkan Prestasi Dunia

Selain daging sapi, Bulog juga mencermati kebutuhan tambahan pasokan minyak goreng. Saat ini distribusi masih bergantung pada skema Domestic Market Obligation (DMO) yang dibagi ke beberapa pihak, termasuk Bulog dan holding pangan nasional.

Menurutnya, kebutuhan minyak goreng meningkat seiring penugasan Bulog dalam penyaluran bantuan pangan kepada sekitar 3,3 juta penerima manfaat, yang mencakup beras dan minyak goreng.

Untuk itu, Bulog telah mengajukan tambahan kuota DMO kepada pemerintah guna menjaga ketersediaan pasokan di pasar.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula pengecekan keamanan pangan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Hasilnya, seluruh sampel komoditas seperti sayuran dan bahan pangan lainnya dinyatakan aman dari kandungan berbahaya.

“Seluruh sampel negatif dari pestisida dan zat berbahaya. Ayam juga negatif formalin, sementara daging masih dalam proses pemeriksaan, namun secara umum aman,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Ahmad Rizal memastikan stok pangan nasional, khususnya beras, dalam kondisi sangat aman. Bahkan, stok beras Bulog saat ini mencapai 4,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Ini rekor tertinggi. Bahkan kami prediksi dalam waktu dekat bisa menembus 5 juta ton,” ujarnya optimistis.

Di tengah dinamika geopolitik global, capaian tersebut dinilai menjadi indikator kuatnya ketahanan pangan nasional. Bulog pun memastikan pengawasan akan terus dilakukan untuk menjamin ketersediaan dan keamanan pangan bagi masyarakat. (YCE)