JATIMPLUS.COM – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan sumber daya manusia (SDM). Berkolaborasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), SIG menggelar program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan secara serentak yang berhasil memecahkan rekor dunia.
Program ini diikuti oleh 500 peserta dan dilaksanakan secara simultan pada Minggu (1/2/2026) di lima titik utama: Kabupaten Bogor, Kota Palembang, Kota Bengkulu, Kota Malang, dan Kota Kendari. Berkat skala dan jangkauannya, program ini dianugerahi penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori “Pelatihan Tukang Bangunan Serentak di Provinsi Terbanyak”.
Ujung Tombak Pembangunan yang Profesional
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan semangat “Bangga Bangun Indonesia”. Menurutnya, ahli bangunan adalah mitra strategis dan ujung tombak dalam menciptakan infrastruktur yang kokoh.
“Ahli bangunan berperan penting dalam mewujudkan rancangan menjadi bangunan kokoh dan berkelanjutan. Selain keterampilan, aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) menjadi bagian tak terpisahkan. Momentum Bulan K3 Nasional 2026 ini kami gunakan untuk meningkatkan kesadaran tersebut,” ujar Dicky Saelan.
Kurikulum Pelatihan: Dari Teknis hingga Digital
Mengusung tema ”Bangga Bangun Keahlian, Bangga Bangun Indonesia”, para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif yang meliputi:
1. Pengetahuan Material: Dasar-dasar semen dan beton serta pengenalan produk unggulan SIG (Semen Padang, Gresik, Tonasa, Dynamix, Andalas, dan Baturaja).
2. Praktik Lapangan: Prosedur metode konstruksi efisien, pemasangan material, hingga teknik plesteran.
3. Uji Sertifikasi: Proses wawancara dan uji keterampilan langsung oleh asesor profesional.
Digitalisasi: Pengenalan aplikasi Jago Bangunan sebagai wadah edukasi dan komunitas digital.
Transformasi Digital melalui “Jago Bangunan”
Dalam kesempatan tersebut, SIG resmi meluncurkan Akademi Jago Bangunan. Melalui aplikasi ini, para tukang bangunan dapat mengakses e-learning, katalog produk, layanan konsultasi teknis, hingga penghitungan Rencana Anggaran Bangunan (RAB). Hingga saat ini, komunitas tersebut telah merangkul 14.941 anggota.
Muhammad Taufik (49), seorang ahli bangunan asal Bogor yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.
“Biasanya saya bingung kalau ada kendala teknis mau konsultasi ke siapa. Sekarang ada aplikasi Jago Bangunan sebagai solusi. Pelatihan ini sangat penting karena material konstruksi sekarang semakin modern,” ungkap Taufik.
Target Ambisius ke Depan
Penghargaan MURI ini hanyalah awal. SIG berencana memperluas jangkauan program ini ke lebih dari 100 kabupaten/kota lainnya di seluruh Indonesia, dengan target menjangkau lebih dari 5.000 ahli bangunan bersertifikat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing pekerja konstruksi lokal di tengah persaingan global. (GAH)




