EkonomiPemerintahanUmum

OJK Catat Perdagangan Aset Kripto 2025 Tembus Rp482 Triliun

254
×

OJK Catat Perdagangan Aset Kripto 2025 Tembus Rp482 Triliun

Sebarkan artikel ini

JATIMPLUS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total nilai transaksi aset kripto sepanjang tahun 2025 mencapai Rp482,23 triliun. Capaian tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan konsumen yang tetap terjaga serta kondisi pasar aset kripto yang relatif stabil di tengah dinamika ekonomi global.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa hingga Desember 2025 terdapat sebanyak 1.373 aset kripto yang dapat diperdagangkan secara resmi di Indonesia.

Selain itu, OJK telah memberikan persetujuan perizinan kepada 29 entitas yang tergabung dalam ekosistem perdagangan aset kripto. Entitas tersebut terdiri atas satu bursa kripto, satu lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian, dua kustodian, serta 25 pedagang aset keuangan digital (PAKD).

“OJK juga memberikan persetujuan kepada tujuh lembaga penunjang, yakni lima Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan dua Bank Penyimpan Dana Konsumen (BPDK),” ujar Hasan.

Saat ini, OJK masih melakukan evaluasi terhadap sejumlah permohonan izin dan persetujuan dari calon penyelenggara perdagangan aset kripto. Permohonan tersebut meliputi dua bursa, dua lembaga kliring, dua kustodian, empat calon pedagang aset kripto, serta dua PJP.

Dari sisi konsumen, jumlah pengguna pedagang aset kripto terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga November 2025, tercatat sebanyak 19,56 juta konsumen, meningkat 2,50 persen dibandingkan Oktober 2025.

Sementara itu, nilai transaksi aset kripto pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp32,68 triliun. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 12,22 persen secara bulanan dibandingkan November 2025. Meski demikian, penurunan tersebut tidak menghambat akumulasi transaksi tahunan yang tetap menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. (TNS)

READ  OJK Dorong Percepatan Spin Off Asuransi Syariah, Ditargetkan Rampung Desember 2026